Ruwetnya Jalan Di Osaka

Kali ini saya mau cerita tentang pengalaman main ke Osaka. Cerita awalnya begini, kami ke Osaka karena ada urusan penting ke KJRI Osaka, biasa urusan dokumen biar bisa tidur nyenyak dan nggak di kejar kejar sama polisi selama di Jepang hehehe. Oh iya, perwakilan RI di Jepang itu ada 2, yaitu KBRI Tokyo dan KJRI Osaka. Karena pertimbangan jarak dimana Osaka lebih dekat dari pada Tokyo akhirnya kami memilih ke Osaka. Sebagai perbandingan saja, Nagoya – Osaka sekitar 230an KM. Sedangkan Nagoya – Tokyo mungkin sekitar 350an KM. Jadi selisih jaraknya jelas jelas ada. Karena alasan klasik yaitu cost down bin pengiritan, saya dan istri sepakat untuk pergi ke Osaka pakai kendaraan sendiri. Didepan mata sudah terbayang rasa capek, pegel, ngantuk karena nyetir sendiri….tapi ya itu tadi…low cost hehehe.

Mengingat begitu pentingnya urusan ini, rencana ke Osaka ini benar benar kami persiapkan dengan matang. Pokoknya madep manteb berangkat. Ijin cuti sudah saya ajukan 10 hari sebelumnya. Dokumen dokumen penting kami download, diprint terus diisi. Biaya dokumen kami transfer dulu ke rekeningnya KJRI. Beberapa dokumen yang memerlukan tanda tangan orang lain, kami selesaikan juga. Foto berbagai ukuran juga disiapkan. Kendaraan juga dicek karena akan menempuh perjalanan yang cukup jauh. Intinya kami berusaha agar tidak ada kesalahan atau kekurangan, sehingga bisa selesai dalam 1 hari. Yah….meskipun harus kami akui, ada 1 hal yang kami remehkan tapi akibatnya nanti jadi fatal. Oh iya, istri saya juga semangat banget buat bekal perjalanan….lagi lagi biar ngirit hehehe. Akhirnya sampai juga di hari kamis. Saya sampai rumah jam 11 malam karena memang kerjaan lagi banyak. Begitu sampai rumah langsung mandi terus makan. Habis itu keluar beli camilan dan ngisi bensin. Balik ke rumah ngecek ulang dokumen dokumen, ternyata ada yang salam dan belum diisi. Setelah semua clear, baru berangkat tidur. Tak terasa jam 2 pagi hehehe. Baru merem sebentar, alarm sudah berbunyi nyaring. Saya lirik, ternyata jam 3.30…..waktunya bangun meskipun badan masih pegel dan mata ngantuk banget. Segera kami siap siap……jam 4.30 kami berangkat. Doa kami semoga perjalanan lancar dan target kami jam 9 sampai KJRI Osaka.

Di awal perjalanan lalu lintas lancar. Cuaca juga bagus. Tapi setelah sekitar 1 jam perjalanan hujan mulai turun. Tapi ini memang sesuai perkiraan cuaca sih. Jumat – Sabtu turun hujan. Kali ini kami lewat jalur 23 nyambung jalur 1. Jalur ini gratis melewati Aichi, Mie, Shiga, Kyoto baru Osaka. Sampai di Shiga lalu lintas tetap lancar meskipun turun hujan cukup lebat. Memasuki Kyoto baru ada beberapa titik yang macet karena memang sudah pagi, pas dengan jam berangkat kerja. Di Kyoto saya sempat ngobrol ke istri, optimis target jam 9 bisa tercapai. Istri membalas amin….hehehe. Tapi lepas dari Kyoto kami benar benar merasakan jalan macet yang cukup menguras energi. Setelah masuk kota Osaka, selain macet dan hujan, kami juga dibikin pusing mencari lokasi KJRI Osaka. Banyaknya jalan satu arah menambah ruwet pikiran. Beberapa kali salah jalan, mau muter balik lagi susahnya minta ampun. Jam kerja juga menuntut orang orang memacu mobilnya lebih kencang apabila ada kesempatan. Untung saja ada navigasi dari HP yang bisa kami jadikan panduan meskipun kadang kadang tetap bingung karena ada 2 jalan yaitu atas atau bawah. Navigasi di HP tidak menjelaskan dia memakai patokan jalan atas (bayar) atau bawah (gratis). Karena kadang kadang ditempat tertentu jalan atas dan bawah membentuk jalur lurus, tapi dilain tempat keduanya terpisah. Kasus kayak gini yang bikin bingung.

Setelah berjuang mencari lokasi KJRI selama sekitar 1.5 jam akhirnya lokasi kami temukan juga. Waktu menunjuk jam 11.30…..telat 2.5 jam dari target hehehe. Segera kami parkir dan bertanya ke operator parkir disitu, KJRI dilantai berapa? Dia jawab lantai 6. Langsung kami masuk lift menuju ke lantai 6. Keluar dari lift kami lihat beberapa kerajinan atau patung khas Indonesia. Tentu saja sang merah putih juga berkibar. Benar benar lega rasanya….plong hehehe….nggak rugi perjalanan 7 jam yang melelahkan ini, begitu pikiran saya. Setelah 2 menitan mondar mandir didepan lift kami jadi bingung. Kok pintunya nutup? Kok sepi amat? Pada jumatan apa? Tapi belum ada jam 12 tuh. Kami lihat bel, terus kami pencet….tapi gak ada yang bukain pintu. Kami ulang terus tapi gak ada respon sama sekali. Akhirnya istri berinisiatif lihat lihat kertas yang nempel dipapan pengumuman. Sampai akhirnya menemukan kalo hari ini KJRI Osaka….LIBUR! What? HOLIDAY? Oh no……!!! Ini hari jumat kok libur? kami bener bener kaget, badan langsung lemes….nggak bisa ngomong apa apa. Pokoknya jadi OON banget hahaha. Setelah dibaca dengan seksama, ternyata di Indonesia lagi libur nyepi. Jadi KJRI menganut 2 kalender, Jepang dan Indonesia. Kalo di Indonesia libur, mereka libur. Di Jepang lagi libur, mereka libur lagi….dalam hati aku mikir liburnya banyak amat hahaha…..haduhhh. Yah….disini memang ada kesalahan fatal kami yaitu tidak menghubungi dahulu sebelum datang. Ini bakal jadi pelajaran, kedepan kalau ada urusan ke lokasi yang jauh lebih baik menghubungi dulu. Biar gak mati kutu karena sudah jauh jauh ternyata tutup.

Akhirnya kami turun kembali ke parkiran dengan badan loyo hehehe. Urusan penting gak selesai, gagal berantakan. Setelah cooling down, istri saya ngasih masukan daripada gak dapat apa apa mendingan main aja. Ya sudah, saya setuju. Setelah dipikir sebentar akhirnya diputusin main ke Osaka Universal Studio (OUS). Dan lagi lagi….begitu keluar gedung KJRI kami dihadapkan pada jalan yang bikin puyeng. Satu jalur dengan intensitas yang padat. Mana bensin mau habis lagi hehehe. Setelah muter muter, akhirnya saya putuskan nurut petunjuk navigasi saja. Yup….navigasi ngarahin kami masuk tol. Saya sempat bingung, masuk tol kalo sampai salah muternya tambah puyeng. Belum lagi bensin yang mepet. Tapi akhirnya saya beranikan masuk tol, jalan sambil lihat navigasi di HP. Benar juga arah ke OUS lagi lagi kelewatan, jarak yang telalu mepet ditambah banyaknya kendaraan dibelakang yang jalannya ngebut tidak memungkinkan untuk mendadak belok kanan. Akhirnya lurus terus sampai dapat pintu keluar. Keluar pintu tol saya lihat jarum bensin, wah bahaya, Setelah nanya ke orang jualan, akhirnya dapat pom bensin juga. Langsung saya isi full tank….hehehe. Kembali masuk tol, alhamdulillah arah berlawanan ini sepi banget. Jadi bisa tenang nyari jalan ke OUS….sampai akhirnya terlihat gerbang Osaka Universal Studio….akhinya nyampai juga hehehe

Masuk ke OUS pikiran jadi lebih ringan. Lumayan fresh. Bisa ketawa….makan minum juga jadi enak hahaha. Yah paling tidak gak sia sia perjalanan yang melelahkan ini. Gak dapat ikan gurameh ikan emas juga boleh deh hehehe. Meskipun udara masih dingin dan cuaca juga hujan cukup deras, kami tetap semangat mengelilingi OUS. Setelah muter muter sekitar 2 jam, akhinya kami memutuskan pulang ke Aichi. Perjalanan pulang tidak ada acara kesasar. Tapi tetap saja hujan deras dan macet. Ditambah trouble wiper yang bikin gak bisa lihat jalan. Jadi ceritanya wiper sebelah kiri karetnya jebol sekitar 3 minggu yang lalu. Saya belikan yang baru tapi belum saya pasang karena mikirnya sebelah kanan masih ada, jadi masih bisa jalan kalo pas hujan. Tapi ternyata ditengah jalan, wiper kanan ada tanda tanda mau jebol juga….hahaha haduhhhh. Karena hujan lebat dan kendaraan yang padat banget, akhirnya saya putuskan istirahat nunggu hujan reda. Sekalian nunggu trafficnya menurun, tentu saja makan dan tidur juga karena tadi malam cuman tidur 1.5 jam. Oh iya, wipernya biar gak tambah parah,  bagian yang jebol saya potong. Setelah istirahat sekitar 2 jam, kami melanjutkan perjalanan pulang. Alhamdulillah karena semakin malam, lalulintas tambah sepi dan hujan juga mulai reda. Sampai rumah sekitar jam 12 malam. Wiper juga bertahan sampai rumah hehehe…..

Osaka, sampai ketemu lagi…..