Prosedur Mencari SIM Di Jepang

Suasana salah satu tempat ujian SIM di daerah Hyogo, Jepang

Bagi yang ingin hidup lama di Jepang dengan mengajak keluarganya, mungkin postingan ini berguna. Bagi yang punya niat untuk kuliah di Jepang dan setelah itu mencari kerja di Jepang tulisan ini mungkin juga berguna. Kali ini saya ingin mengulas tentang cara mencari SIM di Jepang untuk orang asing. Seperti kita tahu, yang namanya SIM itu wajib dimiliki oleh orang yang ingin nyetir kendaraan sendiri. Di Jepang yang namanya SIM itu hukumnya mutlak. Kita tidak bisa main main dengan urusan SIM. Kalau gak punya SIM mendingan naik sepeda onthel atau pakai transportasi umum daripada kena masalah. Kalau sampai terjadi kecelakaan terus ketahuan nggak punya SIM dendanya bisa selangit dan juga masuk penjara. Resikonya sangat tinggi karena sewaktu waktu polisi bisa muncul disamping kita terus minta kita berhenti. Apalagi kalau bersikap aneh didepan polisi pasti langsung dihampiri. Sebagai orang asing, kecenderungan polisi untuk mengamati kita dibandingkan dengan orang Jepang tentu lebih besar.

Bisa punya SIM Jepang itu enaknya minta ampun. Bisa jalan jalan bersama keluarga atau teman kemana mana sesuka hati kita. Pas liburan mau jalan jalan keluar kota tinggal nginjak pedal gas. Pas musim dingin kalau pergi kemana mana enak nggak kedinginan. Kalau mau ngirit pas jalan jalan keluar kota nggak usah pesen hotel juga bisa, sebagai gantinya tidur di mobil. Sempit dan badan pegel pegel sih, tapi khan bisa ngirit duit hahaha. okoknya praktis deh. Ibaratnya bisa keliling Jepang kalau punya duit dan mau hehehe. Kalau punya duit dan dirasa perlu bisa beli mobil sendiri. Kalau merasa belum perlu bisa rental mobil saja pas ada keperluan.

Rute ujian SIM untuk kendaraan tonase tinggi di Hirabari, Nagoya, Jepang

Lalu mungkin ada pertanyaan gampang nggak ya ujian SIM di Jepang? Kalau soal itu saya tegaskan secara umum jauh lebih susah dibandingkan dengan nyari SIM di Indonesia. Yang jelas di Jepang tidak ada main mata dalam urusan SIM. Tidak ada jalan belakang untuk menerebos sistem ujian SIM. Petugasnya tegas dan galak sehingga tidak akan bisa main kucing kucingan. Yang tidak memenuhi standar dijamin tidak akan lolos dan bisa ngulang ujian SIM sampai lulus. Banyak cerita baik orang Jepang maupun asing yang harus ujian SIM diatas 10 kali. Jadi mengulang ujian SIM sampai 10 kali itu tidak aneh di Jepang. Tapi dengan ujian SIM yang ketatnya minta ampun tersebut, output yang dihasilkan juga hebat. Terbukti dengan sedikitnya jumlah kecelakaan di Jepang jika dibandingkan dengan misalnya negara kita. Saya pernah membuat postingan tentang pengalaman saya mencari SIM di Jepang. Kalau ada waktu bisa dibaca disini.

Lalu bagaimana proses mencari SIM di Jepang bagi orang asing. Jika tidak ada perubahan, aturan ujian SIM untuk orang asing itu dibagi 2, yaitu yang tidak mempunyai SIM Indonesia dan yang mempunyai SIM  Indonesia. Untuk lebih jelasnya akan saya coba ulas satu per satu.

1. Tidak mempunyai SIM Indonesia

Untuk SIM motor kecil tipe 50 cc, harus mengikuti ujian tulis jumlah soalnya 50 soal dan maksimal salah 3. Salah 4 dinyatakan tidak lulus. Untuk motor kecil tipe 50 cc tidak ada ujian praktek. Untuk SIM motor diatas 50 cc dan mobil harus ikut sekolah nyetir selama kurun waktu tertentu. Pertama kali latihan nyetir dulu didalam lapangan milik sekolah nyetir tersebut. Setelah dianggap memenuhi syarat dengan didampingi instruktur mencoba keluar ke jalan raya. Setelah uji coba dijalan raya dinyatakan memenuhi syarat baru bisa ikut ujian tulis dan ujian praktek beneran. Mungkin ada pertanyaan berapa biaya sekolah nyetir di Jepang? Saya jawab saja, tergantung daerah dan sekolahnya. Tapi minimal 200 ribu yen atau kalau di kurs saat ini bisa mencapai sekitar 24 juta rupiah. Bahkan ada yang menetapkan biaya sampai 300 ribu yen. Sekali lagi tergantung daerah dan sekolahnya. Biasanya dengan biaya segitu banyak siswa diajari dan didampingi sampai lulus ujian SIM. Tahap tahapnya bisa dilihat diuraian dibawah ini.

Tahap ujian SIM di Jepang bagi yang tidak punya SIM Indonesia

Apakah setelah mengikuti sekolah nyetir siswa ujian sekali bisa langsung lulus? Ya tidak mesti dan tidak ada jaminan. Sekali lagi kalau dinilai tidak memenuhi syarat oleh pihak penyelenggara ujian SIM, ya tidak akan dinyatakan lulus. Pasti disuruh mengulang sampai memenuhi standar. Tapi sekolah nyetir di Jepang biasanya all out mengajari siswanya tentang cara berkendaraan yang benar dan aman. Mereka memberikan trik trik yang harus diperhatikan dan lakukan selama ujian SIM. Jadi kalau sudah masuk sekolah nyetir biasanya cepat lulusnya.

2. Mempunyai SIM Indonesia

Apabila mempunya SIM Indonesia syarat untuk bisa ujian lebih ringan dan lebih murah. Oh iya, SIM Indonesia ini harus dipakai di Indonesia minimal selama 3 bulan. Maksudnya begini, apabila saya mendapatkan SIM Indonesia tanggal 10 Januari terus saya datang ke Jepang 30 Februari berarti SIM Indonesia tersebut tidak bisa dipakai untuk mencari SIM di Jepang karena masa pakai di Indonesianya belum genap 3 bulan. Ini perlu diperhatikan agar tidak salah strategi.

Kembali ke masalah lebih ringan dan lebih murah tadi, contohnya apa? contohnya dari segi soal ujian tulis. Apabila mempunyai SIM di Indonesia soal ujiannya hanya 10 soal dan maksimal salah 3. Tentu jauh lebih ringan mengerjakan 10 soal dibandingkan 50 soal. Probabilitas lulusnya juga jauh lebih besar. Ini tentu sangat menguntungkan. Contoh lainnya apa? Bagi yang mempunyai SIM Indonesia tidak perlu masuk sekolah nyetir, langsung bisa ikut ujian SIM. Ini bisa menghemat 200 sampai 300 ribu yen. Jumlah yang sangat besar. Tidak perlu ikut sekolah nyetir juga bisa menghemat waktu karena biasanya memerlukan waktu 1,2 bahkan 3 bulan lebih.

Terus tahap tahapnya seperti apa? Kalau tidak ada perubahan tahap tahapnya seperti dibawah ini.

Tahap ujian SIM di Jepang bagi yang mempunyai SIM Indonesia

Untuk yang punya SIM Indonesia dan bisa lulus 1 kali ujian biaya yang diperlukan sangat murah. Biaya sekali ujian sekitar 3000 yen. Kalau lulus dimintai biaya pembuatan SIM sekitar 3000 yen. Total dana yang dihabiskan jika bisa lulus sekali ujian tidak lebih dari 8000 yen. Jauh lebih murah dibandingkan dengan yang tidak punya SIM di Indonesia.

Yang perlu diperhatikan lagi ada identitas yang tertera pada SIM harus benar dan sama dengan yang tertera di paspor dan KTP Jepang. Misalnya ada perbedaan huruf 1 abjad saja dijamin SIM tidak diakui di Jepang. Kasus yang sering terjadi di Indonesia adalah umur dituakan. Kalau sampai terjadi ini juga bakal jadi ganjalan, dijamin tidak akan diakui oleh JAF selaku lembaga yang menterjemahkan dan melegalisir SIM Indonesia.

Sekali lagi bagi yang ingin tinggal lama di Jepang mungkin ada baikknya menyiapkan dokumen salah satunya SIM Indonesia dengan identitas yang benar. Insya alloh berguna sekali jika ingin membuat SIM di Jepang.

Semoga bermanfaat

Oktober 2012, Aichi, Jepang.