Cerita Numpang 1,5 Bulan Di Rumah Over Stay

Sebelumnya mohon maaf. Ini hanya sharing pengalaman tinggal dengan orang yang tidak punya visa atau dikalangan imigran terkenal dengan sebutan Over Stay (OS), aku tidak mengomentari atau memvonis Over Stay itu baik atau buruk, pantas atau tidak pantas, halal atau haram. Itu semua aku serahkan ke penilaian pribadi masing masing karena aku tidak ada kompetensi sama sekali untuk itu.

Over Stay (OS) adalah masalah global. Jangankan negara maju atau negara industri seperti Jepang dengan image surganya para imigran karena banyaknya lapangan kerja dengan gaji yang menggiurkan, negara kita yang notabene lapangan kerja saja rebutan, sama sekali tidak imbang antara angkatan kerja dengan permintaan lowongan kerjaan saja OS juga banyak. Rata rata alasan menjadi OS di Jepang, terutama bagi orang Indonesia adalah alasan lapangan kerja. Yang mempunyai alasan non lapangan kerja seperti korban HAM, korban kerusuhan atau perang sangatlah sedikit, boleh dibilang kurang dari 5%.

Rata rata OS di Jepang dulunya adalah orang yang punya visa. Jadi masuk Jepang secara legal, misalnya dengan visa keluarga, wisata, pelajar dan yang paling banyak adalah visa training (Kenshusei). Tapi setelah visa mereka habis, karena alasan tertentu misalnya target keuangan belum tercapai atau di Indonesia nggak ada kerjaan mereka kabur, tidak pulang ke Indonesia. Soal jumlah…tidak ada data yang valid, tapi perkiraan untuk WNI yang OS, jumlahnya mungkin ada kalo sepertitiga dari WNI resmi di Jepang. Jadi kalo jumlah WNI resmi di Jepang 30 ribu orang, berarti jumlah OS mungkin sekitar 10 ribu orang.

Mungkin ada pertanyaan kok bisa mereka OS di Jepang, siapa yang nampung? Gimana memperoleh pekerjaan wong dia nggak punya visa? Jawabnya gampang, kebanyakan mereka memang sudah berniat untuk OS, jadi selama masih punya visa mereka mencari link atau kenalan OS, bisa melalui chating, kenal dari temen atau sekedar ketemu di jalan. Nah, biasanya setelah visa habis mereka lari ke temennya tadi. Tentu mereka sudah ada pembicaraan sebelumnya.

Terus gimana cara nyari kerjanya? Jawabnya juga tidak susah. Ada orang Jepang yang menjadi broker khusus buat OS. Ini fakta, memang ada broker seperti ini di Jepang. Mereka bekerja bawah tanah, punya jaringan tersendiri dari mulut ke mulut sehingga susah dilacak. Disamping itu, perusahaan perusahaan Jepang juga membutuhkan tenaga kerja. Kadang pihak perusahaan kepepet untuk mengejar target pekerjaan mereka terpaksa menggunakan tenaga OS. Mereka pikir daripada pekerjaan nggak selesai mereka pakai jalan pintas…ya sudah pakai tenaga OS saja. Jadi ada demand and supply.

Disamping itu juga ada jaringan yang membuat paspor dan KTP Jepang palsu. Ini bener bener fakta, cerita ini bukan isapan jempol semata. Aku sendiri pernah dilihatin KTP Jepang palsu…ketika aku bandingkan dengan punyaku, hampir tidak ada bedanya. Orang awam seperti masyarakat sipil, pegawai perusahaan termasuk bos perusahaan saja mungkin tidak tahu kalo KTP itu palsu. Mirip banget….mungkin hanya polisi atau orang imigrasi yang tahu kalo KTP itu palsu.

Itu introductionnya…hehehehe. Sekarang aku mau cerita, kok bisa bisanya aku tinggal dengan OS. Sebagai pelajar asing dengan biaya sendiri, sudah pasti hidupku pas pasan, bahkan kadang kadang minus. Singkat cerita, Mei 2008 aku lulus S2. Segera nyari kerja kesana kemari. Alhamdulillah dapat tapi aku harus pindah kota. Pada waktu wawancara, pihak perusahaan bilang kalo nanti disediakan apartment. Tentu saja aku seneng banget, paling tidak soal tempat tinggal tidak ada masalah. Tak tahunya, setelah visa kerjaku turun, datang email dari perusahaan menjelaskan kalo apartmentnya penuh, tidak ada kamar yang kosong. Duhhhhh….aku langsung pusing. Padahal aku disuruh masuk kerja bulan Juni awal. Aku terima email dari perusahaan sekitar minggu pertama bulan 5. Aku mikir mana mungkin nyari apartemen 3 minggu, lagian aku juga nggak punya duit, mau dibayar pakai apa? Kepalaku bener bener pusing mikirin solusinya. Akhirnya aku putusin numpang temen yang deket dengan perusahaanku.

Segera aku hubungi beberapa temanku. Akhirnya ada yang ngasih jawaban, tapi dia balik nanya ke aku, pertanyaannyapun sedikit bikin aku pusing. Dia nanya, aku pingin yang legal apa OS? Aku jawab, kalo ada ya yang legal tapi kalo nggak ada OS juga gak apa apa, soalnya aku kepepet banget, mau gimana lagi. Dia jawab, ya nanti dihubungi lagi.

Hari berikutnya ada balesan dari dia. Kalo yang legal nggak bisa, soalnya punya keluarga, repot katanya. Kalo yang ilegal bisa, dia bilang aku bisa tinggal sementara sama dia. Duhhh….bener bener kepalaku pusing, tapi mau gimana lagi, waktu nggak ada duit apalagi. Akhirnya aku putusin, aku numpang ditempat temannya teman yang ilegal tadi.

Yos! Segera aku naik motor kesayanganku, aku cari tempat tinggal temen tadi. Diperlukan waktu 4 jam naik motor, kemudian harus muter muter nyari alamatnya. Total sekitar 6 jam baru aku bisa menemukan rumahnya. Segera aku pencel bel, yang punya rumah segera bukain pintu. Aku kenalan sama dia, ternyata dia tinggal sama temennya juga, jadi nantinya bertiga denganku. Jujur aku akui, apartmentnya bagus, baru kali ini aku tinggal di apartement bagus kayak gini. Semuanya ada, lengkap termasuk internet dan AC.

Wah..tapi ternyata tempatnya lumayan jauh dari perusahaanku. Naik motor perlu 45 menit. Tapi no problem pikirku, khan aku gak lama. Rencanaku aku numpang sekitar 1 bulan, maksimal 2 bulan. Sambil kerja aku mau nyari rumah baru, setelah gajian aku bayar terus aku pingin pindah.

Sampai detik ini, aku legal, punya ijin tinggal. Jadi kehidupanku baik dirumah maupun diluar rumah berjalan biasa saja seperti layaknya orang Jepang. Aku nggak pernah takut keluyuran kemana saja dan kapan saja. Aku bebas keluar masuk rumah kapan saja. Aku juga gak was was saat jalan jalan keluar rumah, belanja disupermarket, main ditaman, nongkrong di stasiun, aku juga sama sekali gak takut ketika bertemu dengan polisi. Intinya, aku bebas dan tidak ada beban mental.

Nah semua jadi terbatas atau harus dibatasi ketika aku harus tinggal serumah dengan OS. Kalo pas dirumah jangan terlalu ramai, kalo melangkah pelan pelan jangan sampai bunyi dug dug dug soalnya tetangga bawah bisa protes. Kalo ngomong jangan keras keras, temen temenku juga gak bisa main. Pokoknya semua dibatasi, tujuannya jangan sampai mengganggu tetangga karena kalo sampai mengganggu mereka pasti protes. Dan kebiasaan di Jepang, kalo protes tidak datang ke kamar tapi telpon polisi. Jadi polisi yang datang. Nah itu yang paling ditakuti, kalo sampai polisi datang ya sudah bye bye saja. Mereka pasti langsung dideportasi. Aku juga pasti dapat masalah, pasti polisi nelpon perusahaan tempatku bekerja. Semua bisa jadi runyam. Bisa bisa aku dipecat atau bisa juga aku ikut dideportasi.

Kadang waktu tidur malam, aku takut banget. Takut kenapa? Takut digerebek polisi. Karena kayak gini biasa di Jepang. Polisi main gerebek kayak gini bukan hanya di Indonesia, di Jepang juga sering dan berlaku. Aku takut kalo tiba tiba polisi datang menggerebek, kalo sampai terjadi gak ada jalan buat lari. Apa mau loncat dari lantai 4? Bisa bisa pulang tinggal nama hehehe…

Untung saja, waktu itu kerjaan sibuk banget. Aku berangkat jam 7.30 pulang nyampe rumah jam 9-10 malam. Jadi aku dirumah cuman malam hari aja. Otomatis tinggal mandi, makan dan tidur saja. Kalo pas liburan sabtu minggu, aku memilih kabur ke rumahku yang lama (rumahku yang lama masih aku bayar, jadi belum keluar, barang barangku juga masih ada di rumah lama). Aku takut banget lama lama berada dirumah, jadi kalo pas liburan aku cabut, balik ke rumah lama. Capek sih…wong naik motor sampai 4 jam. Tadi daripada ketakutan mendingan capek badan.

Waktu berjalan, alhamdulillah setelah melalui proses yang melelahkan aku dapat rumah baru. Setelah semua proses administrasi selesai segera aku pindah ke rumah yang baru. Yah lumayan…walaupun kelas ekonomi, gak ada AC-nya tapi hatiku nyaman, nggak ada rasa takut lagi. Ributpun juga nggak masalah, kalo ada polisi yang datang tinggal bilang maaf saja sudah cukup hehehehe…Tapi aku berterimakasih sekali sama temen yang sudah berbaik hati ngasih tempat buat tidur. Jasanya tidak akan aku lupakan. Terimakasih sekali!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s