Sekolah Bahasa Jepang : Salah Satu Jalan Belajar ke Jepang

Aku yakin, di tahun 2009 ini Jepang masih merupakan idola buat pelajar yang ingin melanjutkan studi keluar negeri. Ya itu aku kira wajar, di wilayah Asia, Jepang masih merupakan Negara dengan kualitas pendidikan tingkat atas, mungkin bisa di katakan nomer satu. Konsekuensinya, ratusan bahkan mungkin ribuan pelajar dari luar Jepang menyerbu Jepang setiap tahunnya. Jumlah pelajar asing di Jepang semakin hari semakin meningkat. Semakin gampang ditemui wajah wajah non Jepang sewaktu naik kereta, semakin banyak orang asing keluar masuk sekolah atau universitas di Jepang. Tentu dengan konsekuensi yang lain, persaingan untuk bisa masuk ke Jepang dengan visa pelajar (student visa) semakin ketat.

Disisi lain kita ketahui, Jepang adalah Negara yang susah sekali dimasuki. Pintu pintu masuk ke Jepang, mulai dari kedutaan sampai bandara atau pelabuhan di Jepang sangat ketat pengawasannya. Jangan dibandingkan dengan masuk ke Indonesia, beda jauh sekali. Jaringan online dari seluruh kedutaan Jepang diluar negeri, imigrasi sampai pintu masuk dibandara atau pelabuhan menjadikan orang yang ingin masuk ke Jepang secara illegal akan mental, dipaksa untuk gigit jari dan dideportasi. Bahkan mulai awal tahun 2008, dipakai teknologi canggih berupa pengambilan sidik jari dan foto sewaktu akan masuk Jepang. Teknologi ini menafikkan kemungkinan orang yang di black list bisa masuk Jepang lagi.

Bagi tenaga pengajar (dosen) atau peneliti mungkin jalan untuk bisa kuliah di Jepang lebih terbuka karena bisa mendaftar berbagai macam beasiswa ke Jepang. Tapi bagaimana dengan pelajar atau yang sudah lulus tapi belum bekerja sehingga tidak punya institusi yang biasanya menjadi syarat untuk mendaftar beasiswa? Belajar dari pengalaman pribadi, sekolah bahasa Jepang (nihongou gakkou) adalah salah satu solusi masalah tersebut.

Ingat, kata pepatah kalo mau belajar, pelajari dulu bahasanya. Nah ini sesuai dengan dengan pepatah tersebut. Perlu diketahui juga, hampir 95% proses belajar mengajar di Universitas Jepang menggunakan bahasa Jepang. Universitas Tokyo sekalipun menggunakan bahasa Jepang. Memang ada kelas internasional dengan bahasa inggris tapi jumlahnya sangat sedikit dan biasanya ditujukan untuk orang yang memegang beasiswa, misalnya Monkabusho.

Walaupun tidak semudah membalikkan tangan, ratusan pelajar asing datang ke Jepang lewat jalur ini, jalur sekolah bahasa Jepang. Sekitar 50% adalah pelajar dari China, disusul Korea Selatan, kemudian pelajar dari Asia tenggara termasuk Indonesia. Mereka biasanya belajar bahasa Jepang selama 2 tahun, setelah itu meneruskan kuliah sesuai dengan keinginan masing masing, ada yang ambil D2, D3, S1, S2 bahkan program doktor. Jadi dalam rentang 2 tahun tersebut, khusus belajar bahasa Jepang, sebagai persiapan untuk melanjutkan studi ke jenjang selanjutnya.

Soal visa jangan kwawatir, tidak akan ada masalah. Aku tekankan, ini adalah jalur legal. Jadi resmi diakui oleh pemerintah Jepang. Nantinya, orang yang masuk ke sekolah bahasa Jepang mendapatkan visa pre college student (bahasa Jepangnya shuugaku). Walaupun secara hierarki visa, kedudukan visa ini lemah tapi sekali lagi ini resmi, jadi bisa petentang petenteng, jalan jalan tanpa takut kena tangkep polisi Jepang.

Memang sekolah bahasa Jepang memerlukan biaya yang tidak sedikit, yang biasanya harus dikeluarkan dari dompet kita sendiri. Seperti kata pepatah jawa, Jer Basuku Mowo Beyo, jika seseorang mengharapkan kemuliaan maka harus berani prihatin, termasuk prihatin dalam hal biaya. Akan tetapi, apabila diniati dengan sungguh sungguh, berani banting tulang bekerja part time dan belajar tekun, hasilnya cukup menjanjikan. Apa itu? Salah satunya adalah peluang bekerja di Jepang dengan status karyawan yang standar gaji, tunjangan dan bonus yang sama dengan orang Jepang terbuka luas.

Salam semangat dari Aichi, Jepang.

7 thoughts on “Sekolah Bahasa Jepang : Salah Satu Jalan Belajar ke Jepang

  1. Wah cerita yang menarik, ada hal yang saya ingin tanyakan mas
    1. berapa biaya yang dikeluarkan mas untuk dana awal ke jepang untuk belajar bahasa?
    2. Nama lembaga bahasa mas di shizuoka?
    3. syarat2 untuk mendaftar belajar bahasa jepang di lembaga tsb?
    Terima Kasih banyak mas, Wassalamualaikum wr wb

    • coba sy jawab ya :
      1. soal biaya sy akui memang besar. perlu minimal 40 jt rupiah. secara umum uang tsb dipakai utk membayar uang masuk sekolah skitar 10 jt, uang spp 6 bulan pertama 24 jt. tiket one way ke jepang skitar 5 jt. sisanya 10 jt-an untuk pegangan krn setelah datang ke jepang hrs nyari apartment dan biaya hidup 1-2-3 bulan pertama sebelum mendapatkan gaji dari part time job.
      2. soal lembaga, maaf sy tdk bisa sy informasikan spt sy tdk bisa menginformasikan identitas pribadi sy. tp yg jelas banyak sekali sekolah bhs jpg di jepang.
      3. ijazah misalny d3 atau s1.
      walaikumsalam wr wb.

  2. Pingback: Bagaimanakah cara mendapat beasiswa belajar di Jepang? | [Cerdas-Terampil-Taqwa]

  3. Salam Kenal kak,thanks udah sharing info tentang belajar ke Jepangnya. Kak,boleh minta alamat emailnya,mau tanya2 soal info detailnya. ^^ Oiya,boleh tau langkah-langkah yang perlu kita lakukan apa saja? Dan apakah Ada part time yang bisa kita lakukan walaupun kemampuan bahasa Jepang kita minim? Terima kasih.

  4. Salam kenal kak, sebelumnya thanks banget udah share infonya. Boleh tau gak langkah-langkah apa saja yang perlu kita ambil? Dan apakah part time tetap dapat dilakukan walaupun Bahasa Jepang kita minim sekali? Oiya,saya boleh Minta alamat emailnya kak? Supaya bisa tanya Lebih lanjut tentang belajar ke Jepang ini. Txs. ^^

  5. Pingback: Informasi Beasiswa Jepang | The Unggul Center

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s