Proses Perpanjangan SIM di Jepang

Beda sawah beda padinya, beda rumah beda penghuninya hahaha….belum tentu sih tapi kebanyakan seperti itu. Yang jelas beda Negara pasti beda aturan dan tata caranya. Kali ini aku mau nulis cerita soal memperpanjang SIM di jepang. Kalo di Indonesia memperpanjang SIM tinggal datang ke polres bagian satlantas, daftar habis itu ambil photo, selesai. Prosesnya cepet nggak nyampe 1 hari. Tapi di Jepang tidak demikian, memerlukan waktu paling cepet 1 minggu karena ada proses yang harus yang menurutku sangat penting dalam memperpanjang SIM dan proses ini tidak ada di Indonesia.

SIM yang punyaku habis akhir Mei ini. Pas liburan musim semi kemarin (awal mei) aku berniat memperpanjang SIM. Karena di kota tempatku ini aku baru satu tahun, aku nggak tahu gimana cara dan lokasinya, akhirnya aku putusin pergi ke kantor polisi. Niat awalku sekedar bertanya gimana proses, waktu, syarat dan biayanya. Sampai di kantor polisi aku lihat plakat bagian SIM, akhirnya aku datangi tempat itu. Ada banyak orang Jepang disitu, jadi suasana ramai meskipun baru jam 10 pagi. Aku bilang sama petugasnya mau memperpanjang SIM. Petugasnya minta aku nunjukin SIM lama sama KTP Jepang-ku. Setelah dilihat sama dia, dia ngasih formulir pendaftaran. Segera aku isi dan aku serahin kembali. Formulir tadi dicek sama dia. Habis itu dia minta aku nunggu, proses selanjutnya adalah pengambilan foto. Setelah nunggu 10 menit, aku dipanggil buat foto. Setelah selesai petugasnya bilang, kalo masih ada proses satu lagi yang harus dilewati. Kalo nggak ikut tahap ini, SIM yang sebenarnya sudah jadi tadi tidak akan dikasihkan ke aku.

Petugas tadi menjelaskan proses selanjutnya adalah mengikuti semacam seminar tentang mengemudi (lalu lintas). Dia bilang, aku harus memilih hari apa mau ikut seminarnya. Karena jadwal tahap seminar tersebut dalam 2 minggu kedepan sudah penuh, aku harus memilih jadwal yang buat bulan depan. Jadi aku harus nunggu lebih dari 2 minggu. Yah mau gimana lagi pikirku…..

Singkat cerita, pas jadwalnya aku izin setengah hari ke perusahaan buat nyelesaiin urusan perpanjangan SIM ini. Aku datangi tempatnya, daftar dan segera mencari tempat duduk yang pas, sengaja aku milih dipojok paling belakang biar bisa nyatai sekaligus mengamati perilaku orang Jepang. 3 buku panduan tentang mengemudi yang aman (bahasa jepangnya anzen unten) diserahkan ke petugas ke aku.

Acara segera di mulai, seperti seminar biasanya seorang pembicara menerangkan mengenai cara mengemudi yang benar dan aman, keadaan lalu lintas terutama di propinsi tempat aku tinggal (Aichi), data kecelakaan sampai jumlahnya korbannya. Setelah sekitar 30 menit menerangkan, petugas mengajak peserta untuk menonton video cara mengemudi yang baik dan bener, mengemudi di waktu malam dan macet, video kecelakaan dan penyebabnya, ada juga semacam studi kasus tentang orang yang terlambat bangun pagi sehingga dia terburu buru mengemudi mobil ke kantor dll.

Intinya, peserta diingatkan tentang poin poin mengemudi yang aman dan resiko kecelakaan jika tidak mematuhi poin poin tersebut. Meskipun peserta sudah mempunyai SIM dan mengendarai kendaraan dalam rentang waktu yang lama, peserta perlu disadarkan kembali betapa tingginya resiko saat mengemudi kendaraan. Memori kita dibuka kembali, ternyata di jalan ratusan bahkan ribuan orang meregang nyawa tiap hari. Kerugian harta dan benda yang sangat besar, sampai nyawa yang tak ternilai harganya membayangi pengguna jalan setiap hari. Diharapkan setelah ikut seminar dan melihat video tadi peserta menjadi lebih tergerak hatinya untuk mematuhi aturan, dan menghargai orang lain di jalan. Jangka panjangnya diharapkan terbentuk lalu lintas dengan standar keamanan yang tinggi.

Ketika mengikuti seminar ini aku termenung dan ingat proses perpanjangan SIM yang secepat kilat di Indonesia. Aku mikir ada baiknya kita mengadopsi hal hal yang positif seperti yang dilakukan Jepang ini. Kita harus ingat, negara kita adalah salah satu negara di dunia dengan angka kecelakaan lalu lintas yang tinggi. Ribuan nyawa melayang sia sia karena amburadulnya lalu lintas dan tingkat kesadaran yang rendah pemakai jalan. Keluarga bahkan Negara harus kehilangan ribuan orang yang merupakan aset yang sangat berharga. Mungkin juga, proses perpanjangan SIM dengan mewajibkan pesertanya mengikuti seminar seperti ini merupakan salah satu cara untuk mengurangi angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Mari kita tunggu perkembangan sistem lalu lintas secara umum dan pembuatan SIM secara khusus di Indonesia tercinta. Semuanya demi kenyamanan dan keamanan di jalan bagi kita semua.

Salam hangat dari Aichi, Jepang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s