Mengenal Jenis Shinkansen

Saya yakin orang yang punya minat tentang Jepang pasti tahu tentang shinkansen. Paling tidak pernah dengar kata shinkansen dan tahu istilah lain dari shinkansen yang ngetrend ditelinga orang Indonesia, apalagi kalo bukan kereta peluru. Jepang memang salah satu negara didunia yang menguasai teknologi kereta peluru ini. Jam terbang dan track record Jepang dalam mengusai teknologi shinkansen memang cukup panjang dan mumpuni. Jepang pertama kali membangun jaringan shinkansen dimulai sekitar tahun 1960an dan resmi mulai beroperasi tahun 1964. Bayangkan saja, tahun 1964 sudah ada shinkansen. Coba kita sedikit berkaca, Indonesia tahun 1964 itu sudah berhasil membangun apa? Bukan bermaksud negatif, sekedar flash back saja sekaligus mengukur kemampuan kita.

Pembangunan lintasan shinkasen dilaksanakan secara bertahap. Sebagai pilot project, dibangun lintasan pertama shinkansen dari jalur Tokyo ke Osaka dengan panjang lintasan sekitar 550an km yang dioperasikan oleh Japan Railway Tokai atau sering disingkat JR Tokai. Tahap selanjutnya dibangun jalur shinkansen dari Osaka sampai Hakata di pulau Kyusu dengan panjang lintasan 640an km tahun 1972. Setelah itu selesai mulai dibangun jalur shinkansen dari Tokyo ke Aomori sepanjang 730an km tahun 1982. Bersamaan dengan pembangunan lintasan Tokyo sampai Aomori, juga dibangun lintasan shinkansen dari Oumiya sampai Nigata sepanjang 330an km. Tahun 1997 dibangun jalur shinkansen Takasaki sampai Nagano dengan jarak tempuh 120an km. Tahun 2004 dibangun lagi lintasan shinkansen Hakata sampai Kagoshima dengan panjang sekitar 290an km. Kemungkinan masih ada pembangunan lintasan selain yang saya sebutkan diatas. Harap maklum, mengumpulkan data pembangunan lintasan shinkansen di seluruh Jepang bukanlah hal yang mudah. Kenapa? karena yang banyaknya lintasan yang dibangun dalam kurun waktu yang panjang dari tahun 1960an sampai dengan sekarang. Jika kita jumlahkan, panjang lintasan shinkansen berdasarkan uraian diatas diatas saja mencapai 2660an km dan seluruh lintasan shinkansen adalah double track, artinya panjang total lintasan adalah 2660 x 2 yaitu sekitar 5330an km. Jarak ini setara jarak Nagoya sampai Denpasar dengan pesawat terbang. Sungguh luar biasa. Kita bangun double track kereta api Jakarta sampai Surabaya sepanjang 1200an km saja sampai detik ini tidak kunjung selesai. kalau ini saya sengaja nyindir hehehe.

Berdasarkan kecepatan dan stasiun tempat berhentinya, shinkansen dibagi menjadi 3 yaitu Kodama, Hikari dan Nozomi. Saya coba jelaskan satu persatu sepengetahuan saya. Pertama, shinkansen jenis kodama. Shinkansen ini berhenti di seluruh stasiun untuk shinkansen yang berjumlah 35 stasiun di seluruh Jepang. Karena kodama berhenti disetiap stasiun, maka kodama bisa dikatakan paling lambat jika dibandingkan dengan jenis shinkansen yang lainnya. Yang kedua adalah hikari. Shinkansen ini berhenti di 24 stasiun. Kalau tidak salah hikari berhenti di Tokyo, Shinagawa, Shinyokohama, Atami, Mishima, Shizuoka, Hamamatsu, Toyohashi, Nagoya, Gifu hasima, Maibara, Kyoto, Shinosaka,  Shinkobe, Nishiakashi, Himeji, Aioi, Okayama, Fukuyama, Hiroshima, Shinyamaguchi, Kokura dan terakhir Hakata. Yang ketiga adalah Nozomi. Shinkansen ini hanya berhenti di 12 stasiun sehingga boleh dikatakan shinkansen yang paling cepat. Stasiun dimana nozomi berhenti adalah Tokyo, Shinagawa, Shinyokohama, Nagoya, Kyoto, Shinosaka, Shinkobe, Okayama, Hiroshima, Shinyamaguchi, Kokura dan terakhir Hakata.

Didasarkan pada tempat duduknya, tiket shinkansen dibagi 2 yaitu jiyu seki dan shitei seki. Jadi baik di kodama, hikari maupun nozomi pasti ada jiyu seki dan shitei seki. Jiyu seki maksudnya tempat duduknya bebas sehingga kita bisa milih sesuka kita sendiri. Tapi jika tempat duduk untuk jiyu seki sudah penuh maka tidak ada kata lain, ya terpaksa harus berdiri hehehe. Harga tiket untuk jiyu seki sama untuk semua jenis shinkansen. Tentu saja karena ada resiko anda harus jadi kondektur diatas shinkansen alias berdiri, maka harga tiket jiyu seki lebih murah.  Shitei seki maksudnya tempat duduk kita sudah ditetapkan. Misalnya saja ditiket tertulis tempat duduk kita di A, ya kita harus duduk di A. Soal harga tiket shitei seki untuk kodama, hikari atau nozomi ada sedikit perbedaan, kalau tidak salah sekitar 200 sampai 600 yen.

Regenerasi shinkansen terus dilakukan oleh Jepang. Generasi pertama shinkansen yang diluncurkan tahun 1964 disebut tipe 0, orang jepang menyebutnya dengan istilah zero kei. Yang terbaru adalah tipe N700 yang diluncurkan pertama kali kalau tidak salah tahun 2007. Tujuan regenerasi sudah jelas yaitu meningkatkan safety, kecepatan, kenyamanan disamping efisiensi energi. Soal safety, pemerintah Jepang benar benar memperhatikannya karena dengan kecepatan antara 200 sampai dengan 300 km per jam tentu resiko kecelakaan mengintai setiap saat. Apalagi ditambah dengan kondisi geografis Jepang yang masuk daerah rawan gempa bumi. Bisa dibayangkan ketika jalan 300 km per jam tiba tiba ada gempa bumi. Apabila tingkat keselamatannya rendah, bisa bisa shinkansen jadi kereta pencabut nyawa. Tapi, sepengetahuan saya sampai detik ini tidak ada kecelekaan yang terjadi pada shinkansen. Jempol tangan plus jempol kaki deh pokoknya hehehe….

Kembali ke tanah air tercinta, awal Januari 2012 ini saya membaca berita tentang ambisi Indonesia untuk memiliki kereta peluru yang mengadopsi teknologi shinkansennya Jepang. Katanya kereta peluru ini dinamakan Argo Cahaya yang akan melayani rute Jakarta – Surabaya sepanjang 650an km, dengan waktu kurang dari 3 jam. Semoga bisa tercapai sesuai target waktu dengan kualitas shinkansennya Jepang yang sampai detik ini tetap 0 accident. Amin.

Salam hangat!

One thought on “Mengenal Jenis Shinkansen

  1. gan mbantoelpoenya, ane tertarik meneliti Shinkansen nih, kebetulan ane juga lagi ngebahas Shinkansen di Skripsi nae (maklum msh kuliah hahaha…#skip), btw ane ngebahas tentang proyek Shinkansen Jakarta-Bandung. Ane lg ngebuat perencanaan Feasibility study nya (studi kelayakan proyek) tersebut. nah bs tolongin ane gk gan, hrg tiket Nozomi rata-rata berapa yah gan untuk jiyu seki dan shitei seki, soalnya ane jg pake benchmark dr shinkansen jepang hahaa, mohon infonya yah gan, terimakasih arigato

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s