Sekilas Golden Week 2012

Jujur ya, jaman masih sekolah saya jarang sekali bisa menikmati liburan baik itu liburan musim dingin, golden week maupun musim panas. Keterbatasan keuangan dan kesibukan sekolah membuat liburan liburan tersebut  terlewati dengan tetap kerja di pabrik untuk mencari tambahan uang, diam bengong di rumah untuk penghematan, mengerjakan tugas tugas sekolah atau pulang ke Indonesia untuk mencari data buat penelitian. Setelah masuk dunia kerja aktivitas utama saya tentu saja bekerja, ikut membantu istri mengurus rumah dan terakhir belajar untuk persiapan sekolah lagi. Jujur lagi, dua hal yang terakhir saya lakukan dengan santai. Kata orang jawa, alon alon waton kelakon…..alias pelan pelan asal kesampaian hehehe.

Setelah masuk dunia kerja yang boleh dikatakan dunia yang monoton, yang namanya liburan adalah sesuatu yang sangat berarti dan saya tunggu tunggu. Kalau sudah dekat liburan, waktu itu terasa cepat sekali. Jalan rasanya enteng, apalagi kalau habis gajian hahaha. Jauh sebelum liburan panjang tiba, saya sudah menyusun rencana apa yang mau saya lakukan. Mau ngapain, mau pergi kemana, sama siapa, dari kapan sampai kapan, naik apa sampai berapa dana yang dibutuhkan. Menurut saya, golden week adalah liburan yang paling enak. Kenapa? Karena kalau libur musim panas udaranya sangat panas sebaliknya liburan musim dingin udaranya sangat dingin, jadi keduanya kurang enak buat jalan jalan diluar ruangan.

Liburan golden week tahun 2012 ini jatuh tanggal 28 April sampai 6 Mei. Lumayan panjang, total ada 9 hari. Setelah berunding dengan istri akhirnya saya berhasil menetapkan jadwal yang cukup asyik buat berpetualang menikmati liburan golden week di Jepang bersama istri dan buah hati saya.  Saya coba menyusun jadwalnya mulai dari yang lokasinya dekat rumah sampai yang jauh jauh.

1. Main Ke Denpark, Aichiken Anjoushi.

Denah Denpark Di Anjoshi

Pertama kali lokasi yang kami tuju adalah Denpark yang ada di Anjoushi. Lokasi Denpark ini dekat dengan rumah saya, paling sekitar 5 kilometer. Sebagai pemanasan sebelum menuju lokasi yang jauh jaun. Perginya hari pertama golden week yaitu hari sabtu 28 April 2012. Sebenarnya saya sudah tahu tentang Denpark ini sudah cukup lama, tapi keinginan perginya baru muncul setelah saya ingin melihat bunga bunga yang mekar. Setelah tanya orang Jepang dan nyari informasi di internet dapat informasi kalau di Denpark ini ada juga kebun bunganya. Alhasil pergilah saya bersama istri dan si kecil.

Nisa Sama Mamanya Lagi Makan Siang

Pendapat saya, Denpark cukup representatif juga untuk sekedar refreshing dengan keluarga. Tamannya luas, parkirnya luas, koleksi bunganya juga beragam, ada kolam untuk bermain, tempat jual oleh oleh juga ada, tempat makan dan sebagainya. Dengan biaya masuk yang tidak begitu mahal yaitu 600 yen plus lokasi yang dekat dari rumah menjadikan Denpark sebagai tempat yang lumayan enak untuk refreshing.

2. Menuju Sakae Dan Meijo Kouen, Nagoya

Salah Satu Perempatan Di Sakae

Tempat kedua adalah Sakae di pusat kota Nagoya. Sakae merupakan tempat buat jalan jalan dan surganya pejalan kaki. Dihari libur jalan jalan di Sakae ditutup untuk semua kendaraan. Praktis saat itu pejalan kaki adalah raja. Sebenarnya saya tidak merencanakan ini, tapi karena teman teman yang biasa ngumpul mengajak main ke Sakae akhirnya saya masukkan ke jadwal jalan jalan golden week. Perginya hari minggu tanggal 29 Mei 2012. Rutenya saya dihampiri oleh teman yang tinggalnya di kota sebelah terus bersama sama menuju ke rumah teman yang tinggal dekat dengan kota Nagoya.

Setelah semua berkumpul dengan jumlah 10 orang kami pergi bersama sama naik kereta. Wah yang namanya liburan ya….dimana mana ramai. Jalan macet, bis penuh, stasiun uyel uyelan….jadi kayak pasar hehehe. Sampai di Sakae kami langsung menuju ke restoran yang menyediakan masakan Indonesia, namanya restoran putri bali. Wah ngantrinya puuanjaang sekali. Jujur saja soal makan saya sebenarnya bukan tipe orang yang suka ngantri. Tapi karena berangkat bareng dan ngantri rame rame jadinya gak terasa. Ditambah dengan menu nasi goreng isi ikan pepes yang rasanya bikin melayang layang terasa cukup membayar waktu tunggu yang begitu lama hehehe.

Setelah selesai makan kita melanjutkan perjalanan ke Meijou Kouen atau taman Meijo. Ceritanya pingin lihat tulip, tapi ternyata kuncupnya sudah mekar kayak payung. Akhirnya kita sewa sepeda onthel buat jalan jalan keliling Meijou Kouen. Kita pilih sepeda onthel yang sudah dimodifikasi menjadi 2 kursi, yang belakang ikut ngonthel juga. Wah lumayan buat olah raga, ternyata langkah kami menyewa sepeda onthel tidak salah. Soalnya kalau tidak naik sepeda onthel saya jamin bukannya badan kurus tapi justru pegal pegal karena kelamaan jalan kaki. Setelah puas main di Meijou Kouen kami pulang. Tapi sebelum pulang kami diajak mampir ke rumah teman untuk makan malam. Menunya tentu saja menu masakan Indonesia yang pedes pedes hehehe. Tak terasa hari kedua golden telah selesai. Alhamdulillah….bisa ketemu teman sekaligus jalan jalan.

3. Menengok Guarantor Ke Shizuoka

Shin Tomei Mikkabi JCT

Sekitar 3 minggu sebelum masuk liburan golden week, saya dapat email dari guarantor atau penjamin saya sewaktu sekolah bahasa Jepang dulu. Ternyata dia masih ingat saya hehehe. Ceritanya saya mau main ke rumah dia pas liburan musim dingin, yaitu Januari 2012. Tapi setelah saya email dia ternyata ada di Yordania untuk urusan kerjaan selama 6 bulan dari Oktober 2011 sampai April 2012. Dia juga membalas kalau sudah balik Jepang akan kirim kabar lagi. Saya sudah lupa pembicaraan tentang itu ketika tiba tiba ada email dari guarantor saya tersebut kalau dia sudah balik Jepang dan tanya ke saya kalau ada waktu silahkan datang ke rumah.

Nisa Lagi Istirahat

Setelah soal waktu janjian disepakati yaitu Selasa 1 Mei 2012 akhirnya saya, istri dan si kecil pergi ke Shizuoka. Perkiraan jalan macet karena pas libur golden week dan hujan ternyata tidak terbukti. Rute jalan tol Tokyo-Nagoya atau sering disingkat dengan Tomei yang kami ambil alhamdulillah lancar lancar saja. Saat itu di Jepang sedang jadi perbincangan publik soal rute Tomei yang baru atau disebut Shin Tomei. Shin Tomei ini dibuka 14 April 2012, masih baru banget. Jadi ceritanya jalan tol Tomei didaerah Mikkabi (Mikkabi JTC) yang masuk wilayah Shizuoka dibuat jalur baru disebelah utara tembus sampai daerah Gotemba (Gotemba JTC), jalur tol baru ini disebut Shin Tomei. Shin Tomei ini jaraknya lebih pendek 10 kilometer dibandingkan dengan Tomei.

Salah Satu Sudut Kota Shizuoka

Ketika saya dekat dengan persimpangan Mikkabi JTC ini saya sempat bingung ngambil yang mana, tapi setelah istri melihat navi di handphone yang menunjuk jalur tol Tomei yang lama akhirnya saya milih yang jalur yang lama. Maklum ini pertama kali saya pakai tol ke arah Tokyo jadi sempat bingung. Sebelumnya saya pernah ke Shizuoka tapi selalu pakai jalur gratis, yaitu jalur 23 terus nyambung jalur 1. Tapi perbedaan waktu memang terasa sekali. Jarak tempat saya sampai Shizuoka sekitar 150 kilometer. Jika ditempuh lewat jalur gratis paling cepat 4 jam, tapi ketika lewat tol dengan mudah bisa dicapai dalam waktu 2 jam.

Akhirnya sampai juga di Shizuoka. Langsung saya menuju ke rumah guarantor saya. Wah sudah lama sekali saya tidak ketemu dengan beliau. Setelah diingat ingat, sudah 5 tahun tidak ketemu meskipun saya selalu kirim email pas tahun baru. Segera saya perkenalkan istri dan si kecil. Kami ngobrol ngalor ngidul kemana mana sambil makan spagetti made in istri beliau. Saya terkejut karena tiba tiba beliau menunjukkan Al Quran kepada saya. Dia bilang selama 6 bulan di Yordania dia banyak berinteraksi dengan muslim karena memang negara muslim. Sampai akhirnya dia membeli Al Quran tersebut. Kami juga ngobrol tentang Islam baik di Jepang, Indonesia maupun Yordania.

Setelah puas ngobrol kami minta pamit. Suatu saat kami berniat untuk mengunjungi beliau lagi. Sebelum pulang kami mampir ke pusat kota Shizuoka. Wah ternyata Shizuoka jauh berubah. Perkembangannya luar biasa. Saya tinggalkan kota Shizuoka tahun 2006, balik lagi 2012. Satu hal yang saya garis bawahi, pembangunan kota bawah tanah benar benar maju pesat. Beberapa langkah lagi akan mampu menyaingi kota bawah tanahnya Sakae di Nagoya. Jempol dua untuk Shizuoka. Setelah merasa cukup akhirnya kami memutuskan pulang ke Aichi. Sampai ketemu lagi Shizuoka ^_^

4. Kembali Ke Kyoto

Rencana ke Kyoto ini berawal dari acara ngumpul pas ada perpisahan teman yang akan pulang ke Indonesia. Saat itu saya ngobrol tentang pengalaman berkendaraan sendiri ke daerah Kyoto dan Osaka. Terus ada teman yang menyahut yuk kapan kapan lagi main ke sana. Ajakan itu saya sanggupi. Setelah menyusun jadwal akhirnya acara main ke Kyoto dijadwalkan hari Kamis tanggal 3 Mei 2012. Pesertanya berkurang menjadi 2 keluarga dengan 2 kendaraan pribadi dengan total member 6 orang.

Sudut Sudut Gion Di Kyoto

Sebelum berangkat saya tanya ke teman saya, mau lewat tol apa lewat yang gratis? Teman saya ini menjawab lewat yang gratis saja dulu, katanya buat pengalaman pertama. Oke saya setuju. Untuk mengefektifkan waktu saya putuskan berangkat jam 1 dini hari biar sampai Kyoto pagi hari. Kalau bisa sampai pagi banget bisa istirahat 2-3 jam, badan bisa enak tidak ngantuk. Karena sangat berbahaya sekali. Jika lewat jalur biasa jarak Aichi sampai Kyoto sekitar 170 kilometer bisa kami tempuh kurang dari 5 jam.  Sesuai perkiraan kami sampai di pinggiran kota Kyoto sekitar jam 5:30 pagi. Segera kami istirahat untuk memulihkan stamina.

Kyomizu Dera Di Kyoto

Sekitar jam 7:30an kami melanjutkan perjalanan yang masuk menuju kota Kyoto. Tujuan kami yang pertama adalah daerah Gion. Daerah yang sangat terkenal dengan Geisha-nya dimalam hari. Wah masih pagi sekali, belum banyak orang yang lalu lalang. Toko toko juga masih banyak yang tutup. Tapi gak apa apa….kami tetap berkeliling melihat pojok pojok Gion di pagi hari. Setelah merasa puas, kami lanjutkan lagi ke tujuan berikutnya yaitu Kyomizu Dera. Kyomizu Dera adalah kuil yang sangat terkenal di Kyoto. Posisinya yang diatas gunung menjadikan kita bisa melihat keindahan kota Kyoto. Jam baru menunjukkan jam 8:30 tapi Kyomizu Dera sudah penuh dengan pengunjung sampai susah banget untuk sekedar menemukan parkir. Setelah keliling dan foto foto akhirnya kami keluar dari Kyomizu Dera untuk menuju tujuan berikutnya.

Kyoto Tower Dilihat Dari Kyomizu Dera

Keluar Kyomizu Dera kami menuju Ginkakuji atau kuil perak. Kebetulan saya belum pernah ke Ginkakuji. Dalam pikiran saya Ginkakuji itu kuil yang dicat dengan warna perak atau silver. Ternyata salah. Tidak ada yang dicat warna perak. Bangunan kuil utama juga tidak dicat dengan warna perak. Tapi memang saya akui dalamnya sangat rapi dan cantik. Taman, jalur untuk pejalan kaki dan pengaturan pasirnya juga rapi sekali. Bagus dan layak untuk di kunjungi. Diluar Ginkakuji masih bisa ditemui becak yang ditarik oleh manusia. Saya sudah 4 kali ke Kyoto dan berkunjung ke banyak tempat. Tapi becak yang ditarik manusia ini hanya saya temui di depan Ginkakuji.

Kuil Emas Atau Kinkakuji Di Kyoto

Habis Ginkakuji kami menuju ke Kinkakuji atau kuil emas. Kuil ini juga sangat terkenal di Jepang. Di kalangan orang asing apalagi, kuil yang begitu punya tempat tersendiri. Boleh dikatakan belum ke Kyoto kalau belum ke Kinkakuji. Ketika kami ke Kinkakuji jumlah yang pengunjung luar biasa banyaknya. Parkir juga susah banget nyarinya. Setelah puas foto foto dan menikmati suasana Kinkakuji kami melanjutkan ke kuil sebelah yaitu kuil Ryoanji. Saya katakan sebelah karena memang letaknya tidak terlalu jauh dari Kinkakuji, mau jalan kaki juga bisa. Setelah puas keliling ditengah banyaknya pengunjung kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan. Tapi karena perut lapar kami memutuskan untuk mengisi perut sambil menyusun rencana lokasi yang akan dituju berikutnya.

Kota Kyoto DIlihat Dari Kyoto Tower

Setelah istirahat cukup dan perut kenyang kami melanjutkan perjalanan. Sebenarnya ingin ke kuil yang lain tapi ternyata waktunya sudah gak cukup mengingat kuil biasanya tutup jam 5 sore, akhirnya kami menuju ke tujuan terakhir yaitu Kyoto Tower atau menara Kyoto. Sampai Kyoto Tower sekitar jam 6 sore. Waktu yang lumayan bagus untuk melihat suasana kota Kyoto di sore hari. Lagi lagi….pengunjung luar biasa banyaknya. Karena memang merupakan salah satu andalan pariwisata kota Kyoto. Puas menikmati keindahan kota Kyoto dari puncak Kyoto Tower kami sepakat untung pulang ke Aichi. Lagi lagi perlu perjuangan yang panjang menelusuri jalur 1 dan jalur 23 untuk bisa mencapai Aichi. Di tengah jalan karena rasa kantuk yang sudah tidak bisa ditahan kami memutuskan istirahat cukup lama, 3 jam. Setelah fresh kembali kami melanjutkan perjalanan dan alhamdulillah sampai dirumah dengan selamat meskipun molor waktunya menjadi jam 2 pagi. Kyoto kamu tetap tetap terlihat cantik sampai saat ini.

5. Main Ke Bokka No Sato, Gifu Ken

Target Belum Kelihatan

Sejak dulu saya pingin sekali main ke daerah Gifu tapi baru kesampaian pas liburan golden week tahun ini. Info Bokka No Sato ini saya dapat pertama kali dari iklan di televisi. Karena penasaran akhirnya saya coba cari di google dan ternyata tulip di Bokka No Sato baru saja mekar jadi pas banget kalau ingin lihat langsung. Di internet saya juga dapat foto foto tentang bunga bunga di Bokka No Sato yang cantik sekali sekaligus beberapa koleksi hewan misalnnya domba, kuda, sapi dan beberapa hewan lain. Terbersit di pikiran kami untuk mengenalkan hewan hewan ini pada si kecil. Yoshi….tujuan selanjutnya sudah ada, Bokka No Sato di Gifu Ken, Gujo Shi. Waktu berangkatnya hari Sabtu, 5 Mei 2012.

Sisa Sisa Salju Nan Jauh Disana

Segera saya cari akses ke Bokka No Sato, ternyata ada 2 bisa lewat jalan yang gratis dan lewat tol dengan jarak sekitar 150 kilometer. Karena pertimbangan waktu, jarak yang jauh, macet dan jalan yang belum hafal saya putuskan untuk lewat jalan tol. Tapi ternyata lewat jalan tol tidak semudah yang dibayangkan. Begitu banyak percabangan benar benar bikin bingung, ditambah padatnya lalulintas dan kecepatan kendaraan membuat bingung jika salah ambil jalan. Saya sempat beberapa kali salah jalan meskipun istri saya sudah melotot melihat navi di handphone kami. Tapi ruwetnya jalan tol ini hanya didalam kota Nagoya, setelah melewati tol dalam kota Nagoya jalan menuju Bokka No Sato begitu mulus.

Terowongan Di Depan Mata

Tol yang menghubungkan Nagoya dengan Gifu dan Fukui ini dinamakan Tol Tokai Hokuriku. Pemandangan selama perjalanan sepanjang 150 kilometer ini benar benar menakjubkan. Saya pernah melewati tol Osaka sampai Nagoya dan Nagoya sampai Shizuoka, tapi tol Tokai Hokuriku antara Nagoya sampai Gifu ini benar benar menantang dan menyenangkan. Jalur tol yang melewati gunung gunung dibuat singkat dengan cara membuat terowongan menembus gunung gunung tersebut. Tidak tanggung tanggung dengan jarak 150 kilometer yang saya tempuh saja ada 28 terowongan yang menembus gunung dengan terowongan terpanjang sekitar 3000 meter. Jika diteruskan sampai Fukui saya tidak tahu sampai ada berapa terowogan. Disamping terowongan yang begitu banyak juga ada jembatan yang tinggi tinggi yang mengubungkan antar gunung tersebut. Pemandangan sisa sisa salju dipuncak gunung dan rute permainan sky di atas gunung menambah kekaguman saya pribadi.

Barisan Tulip

Tapi resiko liburan tetap ada meskipun sudah mengambil rute jalan tol. Masuk ke daerah Gifu kami terkena macet yang luar biasa panjang. Saya pikir ada kecelakaan atau jalan yang rusak. Ternyata bukan, macet disebabkan oleh penyempitan ruas jalan tol dari 2 ruas ke 1 ruas karena akan masuk terowongan. Gara gara macet ini dan salah jalan tadi perjalanan jadi molor diluar perkiraan yang semula 2-3 jam menjadi sekitar 6 jam lebih. Haduh melelahkan sekali.

I Can See You

Singkat cerita kami sampai di Bokka No Sato, waktu menunjukkan jam 14 lewat 45 menit. Bokka No Sato tutup jam 17 jadi masih ada waktu 2 jam, masih cukup.  Wah memang cantik sekali. Deretan bunga tulip yang warna warni benar benar bisa menghilangkan stress. Capek akibat perjalanan, salah jalan dan macet bisa hilang. Si kecil juga antusias sekali dengan domba, kuda, sapi dan hewan lain yang ada. Saya kira si kecil bakal takut, tapi ternyata tidak justru penasaran memegang hewan hewan tersebut. Setelah puas foto foto, istirahat dan makan makanan kecil kami memutuskan pulang. Lagi lagi perjalanan pulang juga diwarnai oleh macet dan salah jalan. Tapi gak apa apa, tinggal pulang jadi bisa nyantai sedikit. Alhamdulillah sampai rumah selamat sekitar jam 9 malam.

Nah itu sedikit cerita liburan golden week 2012. Meskipun capek, ngantuk, pegel, keluar duit banyak tapi benar benar menyenangkan. Liburan berikutnya saya ingin menyusun jadwal berpetualang lagi menyusuri jalan jalan di Jepang. Sekarang semangat kerja dan belajar dulu!

Ganbarimashou!

One thought on “Sekilas Golden Week 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s