Menghitung Baik Buruk Dan Resiko Studi Ke Jepang Dengan Biaya Sendiri

Bisa meneruskan studi ke luar negeri adalah impian dari banyak orang. Soal biaya, idealnya memang jalur beasiswa yang paling enak. Karena dengan beasiswa berarti tidak harus memikirkan biaya studi dan biaya hidup, jadi bisa fokus 100% all out belajar di negeri orang. Karenanya wajar sekali yang namanya lowongan beasiswa selalu dibanjiri oleh peminat dari seluruh pelosok Indonesia. Dari sekian ribu peminat tersebut diambil beberapa persen yang dianggap berpontensi, cerdas  plus pintar sekaligus beruntung.

Wellcome Party Bagi Para Pelajar Asing

Disamping jalur beasiswa, untuk studi ke Jepang juga ada jalur swadaya atau biaya sendiri. Untuk jalur swadaya disini saya membatasi hanya didalam ruang lingkup negara Jepang berdasarkan pengalaman pribadi saya sendiri. Kebalikan dari jalur beasiswa, jalur swadaya harus mengeluarkan uang sendiri untuk membiayai biaya kuliah dan biaya hidup saat studi ke luar negeri. Meskipun harus mengcover sendiri seluruh biaya yang diperlukan, jalur swadaya tetap banyak diminati. Akan tetapi saya akui jalur swadaya memang memiliki sisi baik dan buruk sekaligus resiko yang tinggi sehingga jalur swadaya merupakan topik yang menarik untuk dibahas agar yang memilih jalur swadaya bisa siap secara fisik dan mental, tidak salah pilih jalan, kaget plus shock dengan kondisi yang dihadapi dan tidak gagal dalam studinya. Karena hal tersebut kali ini saya mencoba untuk membahas baik buruk dan resiko studi ke Jepang dengan biaya sendiri.

1. Resiko Atau Hal Buruk Yang Harus Dihadapi

Ada beberapa resiko yang harus dihadapi oleh pelajar jalur swadaya. Disini saya ambil contoh beberapa resiko yang sebenarnya saling berhubungan satu sama lainnya.

a. Resiko Waktu

Taihen da! Bata Bata Shiteiru ^^

Sehari ada 24 jam. Dari 24 jam tersebut dibagi bagi untuk berbagai hal. Karena pelajar biaya sendiri harus bekerja, maka jadwal yang ada semakin padat. Diperlukan strategi pengaturan waktu yang tepat dan sehat agar studi dan bekerja bisa berjalan optimal dan bersamaan. Jujur saja hal itu tidak mudah alias sangat sulit sekali. Hal yang biasa terjadi pada pelajar biaya sendiri adalah kurang tidur karena setelah seharian sekolah diharuskan untuk kerja dengan jam kerja juga biasanya panjang juga, sehari bisa 6-8 jam. Beberapa teman orang Indonesia hari sabtu atau minggu juga ada yang kerja untuk menambah penghasilan agar tetap bisa survive dan membayar uang sekolah.

b. Resiko Finansial

Okane Nai Alias Bokek Habis

Resiko kedua adalah resiko finansial. Resiko ini sudah dimulai dan dirasakan jauh hari sebelum datang ke Jepang dimana harus menyiapkan dana yang tidak sedikit untuk beli tiket, bayar uang masuk sekolah dan SPP untuk beberapa bulan, uang saku dan sebagainya. Sebagai contoh saja, jalur sekolah bahasa memerlukan biaya sekitar 40-60 juta rupiah. Tentu bukan angka yang sedikit bagi kita. Yang perlu diingat dan dicamkan dalam dalam adalah setelah mengeluarkan biaya begitu besar begitu sampai ke Jepang tetap harus banting tulang bekerja untuk biaya hidup dan membiayai sekolah. Jadi jangan punya pikiran setelah mengeluarkan uang begitu banyak sampai Jepang hidup santai, leha leha dan ongkang ongkang kaki. Hal itu tidak akan ada kecuali anda dapat support dari donatur. Kita harus siap capek, ngantuk dan badan pegel pegel karena harus kerja setiap hari seusai sekolah.

Karena sekolah ke Jepang dengan biaya sendiri memerlukan investasi finansial yang begitu besar, harap dipikir dalam dalam apakah anda benar benar niat lahir bathin dan punya stok semangat segudang untuk menjalani hidup yang keras di Jepang. Jika anda benar benar niat ditambah ada persediaan semangat segudang silahkan datang. Jika tidak, saya sarankan tidak usah datang karena hanya akan menghambur hamburkan uang anda. Sayang sekali kalau uang segitu dihambur hamburkan. Lebih baik uang yang begitu banyak dijadikan modal untuk membangun usaha atau meneruskan sekolah di Indonesia.

c. Resiko Studi

ストレス Alias Stress ^_^

Selanjutnya adalah resiko studi. Maksud saya karena ada keharusan bekerja seusai sekolah maka ada efek berantai lain yang timbul salah satunya adalah jam untuk belajar menjadi berkurang. Jadwal yang padat menjadikan badan terlanjur capek sehingga kadang kadang kita tidak mampu konsentrasi untuk belajar, menghafal, mengerjakan laporan atau tugas akhir. Yang sering terjadi adalah bisa belajar atau mengerjakan tugas tapi hasilnya tidak maksimal. Hal yang paling buruk bisa juga terjadi misalnya saja tidak bisa menyelesaikan tugas akhir sehingga tidak lulus. Kenyataan memang seperti itu, ada juga yang gagal studi karena misalnya saja tidak bisa meneruskan sekolah, tidak bisa lulus atau berhenti dijalan karena masalah finansial.

Bagi pelajar biaya sendiri perpaduan berbagai masalah sering kali terjadi misalnya saja problematika uang sekolah dengan tugas akhir. Keduanya sama sama penting menjadikan hati bingung harus bagaimana menyikapinya. Mau mengerjakan tugas akhir tapi ternyata waktunya untuk kerja. Sekali lagi hal seperti ini sering kali terjadi bahkan bisa dikatakan setiap hari mengalaminya. Kalau sudah terjadi diserahkan kembali ke masing masing karena memang kondisi seseorang berbeda beda.

2. Keuntungan Yang Bisa Di Dapat Jika Bisa Lulus Sekolah

Sekarang gilirannya bicara keuntungan jika bisa lulus kuliah di Jepang. Masak bicara rugi dan resiko melulu. Gak adil khan. Sebagai muslim saya percaya dibalik kesusahan pasti ada kemudahan. Tidak akan kok susah terus menerus. Itu sangat saya percayai dan menjadikan bahan bakar yang luar biasa bagi kelangsungan semangat didalam dada saya pribadi. Ketika saya sekolah dulu begitu banyak sekali persoalan yang muncul mulai dari persoalan materi, sensei, thesis sampai masalah finansial. Tapi saat itu saya selalu ingat satu hal, jika bisa lulus insya alloh saya akan dapat kerja di Jepang dan hidup akan berubah menuju kearah yang lebih baik. Alhamdulillah tidak meleset.

Kembali ke persoalan keuntungan tadi, kira kira apa saja yang bisa diperoleh jika bisa lulus kuliah di Jepang. Mari kita bahas satu per satu.

a. Peluang Bekerja Di Perusahaan Jepang Di Jepang

Ekspresi Ketika Gajian ^_^

Yang ini jelas sekali. Setelah lulus kuliah di Jepang, kita bisa masuk bekerja ke perusahaan Jepang. Nanti visanya ganti dari visa belajar ke visa kerja. Peluang ini terbuka luas sekali. Apalagi sekarang di Jepang penduduk usia produktif lebih kecil dibanding penduduk usia tua. Meskipun orang asing apabila bisa lulus kuliah di Jepang berarti memenuhi standar untuk bekerja di Jepang.  Aturan resmi dari imigrasi Jepang soal visa kerja adalah bahwa yang bisa mendapatkan visa kerja adalah orang yang lulus kuliah di Jepang. Visa kerja bisa diperpanjang terus menerus, jadi jika anda niat untuk sampai pensiun kerja di Jepang juga tidak masalah. Karena aturan visa memungkinkan untuk itu.

Bagaimana dengan gajinya? Yang biasa terjadi adalah standar penggajian disamakan dengan orang Jepang. Jadi selain gaji pokok nanti akan ada uang transport, uang makan, tunjangan rumah, tunjangan istri, tunjangan anak, uang lembur dan sebagainya. Lumayan khan hehehe. Ketika saya bisa lulus dan masuk ke perusahaan Jepang saya merasa sangat bersyukur. Ini seperti mendapatkan obat untuk mengobati luka saya di masa lalu. lebay ya hehehe.

b. Peluang Bekerja Di Indonesia

Jika tidak ingin bekerja di Jepang, setelah lulus bisa pulang dan bekerja di Indonesia. Peluang bekerja di Indonesia terbuka luas diseluruh sektor. Misalnya tenaga guru, dosen, perbankan, instansi pemerintah dan sebagainya. Saya yakin ijazah yang diperoleh mempunyai nilai sendiri, apalagi jika masuk ke perusahaan Jepang di Indonesia. Saya yakin mereka akan wellcome dan menerima dengan senang hati. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia dari tahun ke tahun terus bertambah seiring dengan keinginan orang Jepang untuk ekspansi keluar Jepang karena pasar Jepang bisa dikatakan stagnan bahkan cenderung menurun.

Sebagai contoh saja, saat ini Thailand adalah negara di Asia Tenggara yang memproduksi mobil Toyota paling banyak. Tapi saat ini di Indonesia sedang dibangun pabrik Toyota yang baru yang akan selesai tahun 2015. Jika selesai Indonesia adalah produsen terbesar mobil Toyota di wilayah Asia Tenggara. Dibawah Toyota ada ratusan perusahaan penyuplai komponen toyota yang saat ini juga sedang memperbesar kapasitas produksinya untuk mengimbangi Toyota. Dengan naikknya kapasitas produksi berarti ada permintaan tenaga kerja dari level operator sampai manajemen. Ini baru Toyota, masih banyak sekali perusahaan top Jepang yang lain di Indonesia. Mereka semua adalah pasar yang menjanjikan bagi lulusan Jepang.

c. Bekerja Di Jepang Kemudian Meneruskan Kuliah Di Jepang Atau Luar Jepang.

Peluang ini juga terbuka luas. Misalnya saja lulus S1 terus bekerja dulu 2-5 tahun setelah itu meneruskan kuliah lanjut S2 di Jepang. Ini terbuka dan memungkinkan sekali. Kerja 2-5 tahun terus pulang Indonesia untuk melanjutkan kuliah juga bisa. Mau lanjut diluar Jepang juga bukan hal tidak mungkin asal manajemen keuangannya diperbaiki. Jangan karena sudah bekerja terus keuangannya tanpa kontrol jor joran. Kalau seperti itu ya tidak akan bisa.

d. Bekerja Di Jepang Kemudian Pulang Untuk Mendirikan Usaha

Negara Membutuhkan Entrepreneur Sejati

Poin yang keempat ini juga memungkinkan sekali untuk dilakukan. Dipuas puasin bekerja di Jepang untuk mengumpulkan modal kemudian pulang ke Indonesia untuk memulai mendirikan usaha. Sabar jadi buruh di Jepang kemudian suatu saat pulang ke Indonesia kemudian mendirikan usaha sehingga bisa jadi owner. Kenapa mungkin sekali? Alasan pertama adalah pengalaman hidup di Jepang akan mempunyai andil dalam pendirian usaha. Kita tahu pengalaman adalah guru terbaik sehingga pengalaman hidup di Jepang akan mengilhami langkah di Indonesia. Kedua adalah sumber dana yang dibutuhkan untuk memulai usaha bisa disiapkan di Jepang karena pengaruh nilai kurs dimana mata uang yen lebih kuat dari rupiah. Ketiga adalah adanya jaringan yang terbentuk selama di Jepang akan membantu dalam proses memulai bisnis. Masak sih hidup lama di Jepang,  sekolah dan kerja di Jepang kok tidak ada teman sama sekali. Saya kira hal seperti itu tidak ada. Minimal jaringan orang Indonesia akan terbentuk dengan sendirinya.

Inilah sekilas tentang baik buruk dan resiko studi ke Jepang dengan biaya sendiri menurut versi saya. Saya yakin masih ada yang lain yang tidak sempat keluar dari kepala saya. Jika ada yang mau menambahi saya sangat berterimakasih. Intinya karena ini meyangkut tentang masa depan kita jadi lebih baik dipertimbangkan kembali. Dipikirkan kembali berulang ulang kali dari berbagai segi.  Jangan lupa berdoa dan minta pendapat dengan orang tua kita.

Salam hangat dari Aichi, Jepang.

17 thoughts on “Menghitung Baik Buruk Dan Resiko Studi Ke Jepang Dengan Biaya Sendiri

  1. salam kenal mas,
    sugoi jadi semangat pengen ke jepang.
    kalau boleh tahu apakah anda juga mengalami tekanan ketika kuliah yg hrs dibarengi kerja untuk brtahan hidup?

    • salam kenal juga. terimakasih sdh mampir ke blog saya. gak sugoi kok mas….biasa saja. tekanan pasti ada, bahkan banyak sekali. misalnya saja deadline tugas kuliah, presentasi, thesis, laporan kuliah dll. banyak sekali mas. ada yg pake bhs jepang ada jg yg bhs inggris. tapi memang resiko kuliah di luar negeri ya seperti itu. dari segi bahasa saja kita sudah pening hehehe. tetap semangat smg cita cita anda tercapai. gak ke jepang jg gpp…jerman, inggris, ausie ato usa jg oke ^_^

  2. Iya om terima kasih,
    saya justru pengennya belajar kejepang kalau yg lain mungkin krn rata2 bhs.inggris nah kalau jepang kan beda yg rata2 penduduknya msh pakai bhs.jepang pengen ada tantangannya aja hihi,
    ya memang bnyk negara lain yg mayoritas msh menggunakan bhs daerahnya kyak negara2 arab.
    Tapi rasanya pengen lihat langsung aja orang2 jepang seperti apa?
    Apakah benar2 ramah,sopan,baik dsbnya seperti yg om ceritakan.
    Oke terima kasih ya om semoga semakin sugoi disana dan semoga ilmu yg om peroleh bisa bermanfaat buat orang2 yg bnr2 membutuhkan.

  3. saya setuju sama mas @ibnu alasannya sama seperti saya, saya juga ingin sekali pergi ke jepang itu cita-cita utama saya. semoga saya bisa menjadi orang yang sukses di jepang dan pastinya bisa membahagiakan orang tua hehe ^^

  4. Salam kenal..saya ayesha mahasiswa kedokteran yg bercita2 ambil spesialis di jepang dengan biaya sndiri..apakah mas punya teman ato kenalan yg studi spesialis di jepang,saya ingin skali untuk bisa bertukar pengalaman.terimakasij

    • salam kenal. maaf sy gak ada kenalan yg ambil spesialis di jepang. tp sepengetahuan sy, yg ambil spesialis di jepang pada pakai beasiswa misalnya mombusho atau U to U. beasiswa sgt membantu krn memang biasanya pada di lab sampai malam jd waktu bwt part time sedikit sekali. menurut sy lbh baik nyari beasiswa saja krn peluang mahasiswa khususnya kedokteran utk mendapatkan beasiswa lebih besar dibandingkan dgn bidang lain. tmksh.

  5. terimakasih kak buat infonya, btw klu saya boleh tanya, klu saya lulusan s1 di indonesia bisa ngak mengambil s2 di jepang? kira2 jalurnya gmn ya kak? Dan trik2nya apa aja biar bisa dapat beasiswa? Terimakasih.

  6. ohaiyo senpai
    senpai mantap sekali infonya, saya mau tanya tahun depan saya ada rencana buat pergi sekolah kejepang dengan biaya sendiri cuma saya bingung nanti pas tes universitas gimana, terus soal biaya hidup disana soalnya takut ngak dapet part time job, ada saran ngak senpai buat saya

    arigatou

  7. Halo salam kenal, sy Eddy..sy mau tanya ttg informasi mengenai biaya untuk kuliah dengan biaya sendiri di jepang… sy mau tanya ttg pembuatan visa, untuk visa student apakah perlu deposit yang besar? apakah perlu sponsor dari ortu atau keluarga? sy ingin tau brp depositnya agar bisa dipersiapkan..dan 1 lagi, rekening koran untuk pembuatan visa itu 3 bulan atau 6 bulan? trima ksih😀

    • salam kenal. saya apply sekolah bahasa dgn biaya sendiri itu sekitar agustus 2002. sudah 10 tahun yang lalu. karena sudah lama saya sarankan konfirmasi lagi ke pihak sekolah bahasa karena ada kemungkinan aturanya berubah. kalau saat itu saya deposit rekening 50 jt sebagai salah satu syarat apply visa pre college student. saat itu nama visanya pre college student tapi sekarang jenis visa ini sudah dihapus diganti student.terimakasih juga.

      • Maaf mau tanya lagi hhehe kalo informasi ttg syarat jumlah deposit itu tau dari mana yah? Trus selain deposit rekening sendiri harus ada sponsor dr orang tua atau keluarga tidak? Trima kasih, maaf merepotkam😀

      • selamat pagi. soal jumlah deposit dan sponsor ortu itu masuk dalam syarat syarat pendaftaran sekolah dan juga syarat keimigrasian. ada baiknya konfirmasi langsung ke sekolah bahasa yang dituju biar lebih jelas dan pasti.

        soal sponsor, jaman saya dulu sponsor harus orang jepang. istilahnya hoshonin atau penjamin. tapi saya dengar aturan imigrasi yang baru menyatakan sekarang orang tua di indonesia bisa menjadi penjamin dengan syarat syarat tertentu. terimakasih juga.

  8. どうも、ウィラです、千葉県成田市住んでいる、よろしくね!ところで、あなたはどこに住んでいますか?日本で仕事をしますか?今まで、何年ぐらい日本にいますか?

  9. Misi….
    Mau tanya kalo di jepang fakultas apa yg bisa di ambil agar bisa kerja di perusahhan di jepang ?? dan jika ambil S1 peluang kita kerja part time bisa ? tolong jawabannya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s