Memang Jiwa Raga Kami Terpisah Samudera, Tapi Kami Tetap Nasionalis Sejati

Setelah menunggu nunggu, akhirnya sabtu malam didapatkan kepastian informasi bahwa idul fitri 1433 H di Jepang jatuh hari minggu, 19 Agustus 2012. Sama seperti di Indonesia, muslim di Jepang juga membentuk semacam asosiasi yang salah satu tugasnya menentukan waktu idul fitri. Asosiasi ini bernama Japan Islamic Center yang berpusat di Tokyo dan terdiri dari berbagai macam unsur dari berbagai negara yang warga muslimnya banyak berdomisili di Jepang.

Peserta upacara menyanyikan lagu Indonesia raya pada acara halal bihalal idul fitri 1433 H dan upacara bendera memperingati kemerdekaan RI ke 67 di Nagoya, Jepang.

Idul Fitri tahun ini, perkumpulan muslim didaerah Nagoya mengadakan sholat ied di gedung port messe yang terletak tepat didalam kompleks pelabuhan nagoya. Sayang sekali, saya sendiri harus masuk kerja sehingga tahun ini tidak bisa ikut sholat ied. Tapi setelah selesai kerja, saya nyusul istri dan si kecil kesana dan masih bisa mengikuti acara yang diadakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia Nagoya (PPI Nagoya) dan Keluarga Muslim Indonesia Nagoya (KMI Nagoya). Acara ini sangat spesial. Saya katakan spesial kenapa? Karena acara ini menggabungkan dua kegiatan sekaligus yaitu halal bihalal dan upacara bendera memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke 67. Tentu tidak ketinggalan, acara makan makan dengan berbagai menu masakan asli Indonesia juga ada. Yang terakhir ini juga tidak kalah penting ^_^

Pembacaan pancasila dan teks proklamasi oleh ketua PPI Nagoya. 19 Agustus 2012, Port Messe, Nagoya, Jepang.

Acara ini berlangsung setelah acara sholat ied selesai sekitar jam 12 siang.  Berlangsung di sebuah taman berjarak sekitar 500 meter di gedung port messe dengan pemandangan kapal kapal yang sedang berlabuh di pelabuhan Nagoya. Angin laut yang sangat panas tidak menghalangi semangat peserta untuk meramaikan acara ini. Saya lupa untuk menghitung jumlah peserta, tapi saya kira jumlah peserta ada kalau cuman 80 orang. Soal upacara, jangan dibayangkan peserta berbaris dilapangan yang luas, pakai sound sistem yang keras banget, ada parade pasukan dan pakai acara mengibarkan bendera. Tidak ada sepert itu. Kalau ada seremonial kayak gitu bisa bisa kita ditangkap polisi Jepang dan bisa dituduh makar. Yang ada adalah kita berkumpul disebuah taman beralaskan plastik, disitu ada bendera merah putih terbuat dari kertas yang ukurannya sangat kecil, paling 10 cm x 20 cm.  Kemudian peserta mengelilingi bendera kecil tersebut. Saat mengucapkan pancasila dan teks proklamasi seluruh peserta berdiri, selain itu peserta mengikuti acara dengan duduk santai. Sederhana tapi tetap kidmat.

Pembacaan UUD 1945 pada saat upacara peringatan kemerdekaan RI ke 67 di Nagoya, Jepang.

Acara Pertama adalah pembukaan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia raya. Setelah itu pembacaan teks proklamasi dan pancasila oleh ketua PPI Nagoya, pembacaan UUD 1945, ceramah oleh ketua KMI Nagoya, doa bersama, halal bihalal dan terakhir ramah tamah plus makan makan. Seluruh peserta semangat sekali mengikuti seluruh rangkaian acara. Ada rasa senang, bahagia dan syukur yang terpancar dari wajah peserta. Alhamdulillah dengan segala keterbatasannya tanah air kita  bisa merdeka, menjadi negara yang berdaulat, sedikit demi sedikit bisa membangun sehingga menjadi salah satu kandidat negara besar dan maju 20-30 tahun lagi. Tidak lupa pula, rasa haru dan bahagia bisa berkumpul dengan teman teman sesama orang Indonesia dan menjumpai idul fitri setelah menjalankan puasa selama bulan ramadhan dalam suasana musim panas yang tentu saja sangat panas sekali.

Setelah acara makan makan dianggap selesai, diadakan lomba untuk anak anak yang dimotori oleh sekolah Bhineka Nagoya. Sekolah Bhineka adalah sekolah yang didirikan oleh komunitas orang Indonesia yang berdomisili di Nagoya. Salah satu tujuannya adalah mengajarkan bahasa Indonesia dan budaya Indonesia kepada anak anak Indonesia yang tinggal di daerah Nagoya. Meriah dan ramai sekali.

Itulah sedikit coretan tentang idul fitri 1433 H di Nagoya, Jepang sekaligus acara peringatan kemerdekaan RI yang ke 67 yang diadakan oleh komunitas orang Indonesia di Nagoya dalam hal ini PPI Nagoya dan KMI Nagoya. Kami memang jauh berada diseberang samudera, tapi kami tetap cinta Indonesia. Dalam raga kami ada jiwa merah putih. Kami adalah nasionalis sejati ! Merdeka! Selamat hari raya idul fitri 1433 H. Mohon maaf lahir dan bathin.

21 Agustus 2012, Aichi, Jepang.

Salam hangat.

2 thoughts on “Memang Jiwa Raga Kami Terpisah Samudera, Tapi Kami Tetap Nasionalis Sejati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s