Salah Satu Konsep Ngirit : Kerjakan Sendiri !

Keadaan ekonomi global saat ini sulit sekali untuk diprediksi karena dipengaruhi oleh banyak faktor di berbagai belahan bumi. Misalnya saja faktor keamanan atau politik di wilayah timur tengah, faktor krisis keuangan di wilayah eropa khususnya Yunani, panasnya hubungan antara kedua negara Korea atau bisa juga sengketa wilayah antara China dan Jepang yang sedang membara saat ini. Secara geografis dan teroterial memang beda sekaligus terpisah, tapi secara ekonomi tidak demikian. Karena apa? Karena ekonomi itu saling kait mengkait satu sama lain, saling membutuhkan dan saling mengisi antar negara, bersifat internasional sehingga batas negara kadang kala diacuhkan. Dalam kondisi tersebut perekonomian bergerak lesu bahkan cenderung turun, investasi banyak yang ditunda, stagnan bahkan ada yang terhenti sama sekali. Pemilik modal memilih untuk menunggu, menunggu dan menunggu.

Kampas rem depan. Kayaknya lumayan bermerk dan punya nama. Harganya 4800 yen di internet.

Dalam kondisi tidak pasti seperti saat ini, jika pemilik modal yang saya opinikan sebagai orang berduit mengambil satu langkah yaitu menunggu, saya sebagai pribadi yang hidup di negeri orang dengan kekuatan ekonomi yang pas pasan dipaksa untuk mengambil dua langkah sekaligus agar bisa survive. Apa itu? Pengaturan dan pengiritan ^_^ Untuk soal pengaturan ini saya setuju dengan pendapat orang Jepang yang pernah saya dengar yaitu aturlah pengeluaran sebaik baiknya, lebih baik gaji kecil tapi pengeluaran juga kecil dari pada gaji besar tapi pengeluaran juga besar karena kalau seperti itu yang kamu dapat hanya pegel linu dan capek. Kerja capek capek tiap hari lembur sampai malam tapi tidak mau mengatur fiansialnya dalam kaca mata saya sia sia saja, itu ibarat berenang melawan arus air. Tenaga sudah habis tapi tidak sampai garis finis. Memang yang paling bagus itu banyak lembur dan pintar mengatur, tapi melihat kondisi saat ini kayaknya susah sekali. Pengaturan keuangan bukan berarti kikir bin pelit karena saya meyakini dalam hal apapun pengaturan adalah kunci kemajuan !

Satu lagi adalah konsep pengiritan. Nah ini yang ingin coba saya angkat kali ini. Kalau dilihat dari sisi lain pengiritan itu identik dengan ribet, makan waktu dan gak praktis sama sekali. Mungkin benar dan saya juga tidak mempermasalahkan jika ada yang berfikiran seperti itu. Tapi yang perlu diingat, pengiritan itu ada dalam konsep manajemen modern tentu dengan bahasa yang modern juga yaitu cost down. Bukan hanya konsep, implementasinya juga dilakukan sepenuhnya baik oleh perusahaan kecil, menengah maupun besar dalam berbagai cara dan modifikasi. Kembali ke poin pengiritan tadi, menurut saya ada konsep pengiritan yang bisa dilakukan di Jepang untuk menekan pengeluaran yaitu lakukan sendiri ^_^ Kalau istilah Jepangnya mungkin jadi jibun de yareba, yasukunaru  artinya jika dilakukan sendiri akan lebih murah.

Mungkin ada pertanyaan contohnya kongkritnya apa? Saya jawab, misalnya saja nyari kerjaan langsung ke perusahaan tidak usah lewat broker nantinya tidak harus mengeluarkan fee sekaligus gaji diterima penuh tanpa dipotong oleh broker. Apply visa sendiri saja tidak perlu memakai jasa pengacara karena harus keluar uang banyak. Kalau sudah dicoba sendiri tidak bisa baru pakai bantuan pengacara. Jika peralatan elektronik misalnya komputer anda rusak coba dibersihkan, dicek, diperbaiki atau diinstal ulang sendiri. Jika kendaraan misalnya sepeda, motor atau mobil anda rusak coba dicek dan diperbaiki sendiri. Kadang rusaknya itu karena hal sepele dan bisa diperbaiki dengan tangan kita sendiri. Ah masak? Ya harus dicoba dulu dong hehehe

Kampas rem belakang. Merek ini lumayan banyak dipakai di Jepang. Harga 2300 yen ^_^

Kenapa saya tekankan dilakukan sendiri? Karena di Jepang biaya menggaji orang untuk memperbaiki itu sangat mahal. Dalam beberapa kasus lebih mahal dari harga sparepart yang ada atau ada juga biaya untuk memperbaiki itu cuman selisih sedikit atau bahkan sama dengan beli produk baru. Gila! Tentu ini berbanding terbalik dengan kondisi Indonesia. Faktanya seperti itu. Dulu jaman kuliah saya punya pengalaman dengan laptop saya. Laptop itu saya beli bekas kalau tidak salah seharga 35 ribu yen. Suatu ketika rusak. Sudah saya coba bongkar, bersihkan, instal ulang sampai ganti memori tetap tidak sembuh. Saya pikir kayaknya motherboardnya kena nih. Karena sudah nyerah saya bawa ke toko komputer untuk diperbaiki. Disitu biaya untuk mengecek apanya yang rusak diketok hampir 10 ribu yen. Saya pikir mahal sekali, ini hampir 30% dari harga barang. Karena sudah kepepet akhirnya saya iyakan. Saya pikir nanti mau diuthak athik agar bisa hidup lagi. Ternyata tidak. Beberapa hari kemudian saya dapat telpon kalau motherboardnya rusak jadi harus diganti. Saya tanya berapa harganya? Dijawab 80 ribu yen. Ini sama dengan harga laptop baru. Walah….akhirnya saya bawa pulang dan saya carikan motherboard bekas di internet. Ketemu harganya kalau tidak salah 7 ribu yen ^_^ Saya pasang, semua masalah selesai. Wah nyesel saya ngeluarin 10 ribu yen ke toko komputer itu.

Belajar dari pengalaman itu, ketika gerobag tua saya yang setia menemani saya jalan jalan dan mengais rejeki di Jepang kampas rem depan dan belakang tipis saya coba nyari informasi berapa biaya yang diperlukan. Ada informasi kalau kampas rem depan belakang harganya sekitar 10-13 ribu yen, biaya pasang depan belakang 10-11 ribu yen. Walah mahal amat…..sebagai gambaran saja ini mobil harganya cuman 130 ribu yen, masak ganti kampas rem saja habis 20 ribu yen lebih. Nantoka ni naranai no kana? Akhirnya saya cari informasi di internet tentang harga kampas rem sama cara pasangnya gimana. Setelah nyari sana sini akhirnya dapat juga informasinya. Ternyata banyak blog yang memuat tentang urutan atau cara ganti kampas rem. Bisa disimpulkan tidak susah dan bisa dilakukan sendiri. Yoshi ^_^

Segera saya pesan lewat internet kampas rem yang saya perlukan. Kampas rem depan harganya 4800 yen. Jujur saja saya nyesel kenapa beli yang harganya segitu padahal ada yang harganya 3000 yen ^_^ Sayang duitnya. Segera coba saya pasang dengan referensi sebuah blog berbahasa Jepang. Ternyata peralatan saya tidak cukup. Perlu alat yang diperlukan untuk membalikan piston ke posisi semula. Akhirnya rem yang sudah saya bongkar saya pasang lagi terus pergi nyari alat tersebut. Alhamdulillah dapat harganya 400 yen. Dengan adanya alat ini kendala teratasi dalam waktu kurang dari 2 jam pergantian kampas rem depan selesai.

Kampas rem belakang sebelum diganti. Sebenarnya masih lumayan tebal sih.

Selang 3 minggu saya beli kampas rem belakang. Kapok beli yang mahal mahal seperti kampas rem depan akhirnya saya beli yang paling murah ketemu harganya 2300 yen ^_^ murah hahaha. Saya coba bongkar ternyata kuncinya gak ada. Untuk membuka rem belakang diperlukan kunci 30 mm. Ini baut gede banget. Kalau beli baru pasti mahal akhirnya saya cari di toko barang bekas. Ketemu satu set kunci mulai ukuran 12 mm sampai 32 mm harganya 2100 yen. Rada mahal tapi gak apa apa….bisa dipakai terus buat jaga jaga kalau ada kerusakan. Dengan kunci ini akhirnya berhasil saya buka. Dengan pedoman foto foto dari blog juga saya ganti rem kampas yang belakang. Tidak lupa juga saya bersihkan agar lebih paten. Selesai! Kalkulasi biayanya 4800 + 400 + 2300 + 2100 + biaya kirim kampas rem total 1500 yen jadinya 11.110 yen. Hemat sekitar 10 ribu yen ^_^ Lumayan ^_^

Selain irit, bagi saya yang suka tentang hal hal berbau otomotif memperbaiki kendaraan kita sendiri itu mempunyai nilai tersendiri. Ada seninya. Menarik sekali. Banyak sisi positif lain yang bisa diperoleh. Sedikit demi sedikit kita jadi tahu seluk beluk mesin. Kita bisa ngecek kelayakan kendaraan kita sendiri, apanya yang sudah aus dan perlu diganti. Kita juga bisa memilih sparepart sesuai dengan kantong kita. Kalau ketemu temen dan ngobrol soal otomotif dijamin gak katrok dan nyambung apa yang diomongin. Kalau kendaraan rusak dijalan kita juga bisa ngecek sendiri, mungkin juga bisa kita perbaiki sendiri dan masih banyak lagi.

Sampai jumpa lagi di kolom otomotif edisi selanjutnya ^_^

Salam dari Aichi, Jepang

5 thoughts on “Salah Satu Konsep Ngirit : Kerjakan Sendiri !

  1. wah di jepang biaya jasa perbaikan muahaaal sekali ya? baru tahu…arigatou atas info penting ini ^__^.
    Saya juga sepakat dengan konsep hemat dengan mandiri…saya kalo makan masak sendiri, dan hemat sekali ^__^.
    Tapi kemarin pas kompor rusak minta dibenerin orang, pas dikasih uang. balik lagi katanya kelebihan. 😀 di Indonesia harga jasa masih harga saudara😀

  2. mobil bekas di jepang seharga 130.000 yen?!
    wah coba di indonesia juga ada kayak gitu mas, kerja sambil nabung satu tahun langsung dapet mobil, hehehe😀

    • hehehe ya begitu…disini khan pusat pabriknya.tiap hari buat tp pasar dalam negeri justru tiap tahun mengecil seiring dgn penurunan jumlah penduduk jepang. barangnya banyak tp demandnya sedikit akhirnya harganya turun jadi murah ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s