Prosedur Mencari SIM Di Jepang

Suasana salah satu tempat ujian SIM di daerah Hyogo, Jepang

Bagi yang ingin hidup lama di Jepang dengan mengajak keluarganya, mungkin postingan ini berguna. Bagi yang punya niat untuk kuliah di Jepang dan setelah itu mencari kerja di Jepang tulisan ini mungkin juga berguna. Kali ini saya ingin mengulas tentang cara mencari SIM di Jepang untuk orang asing. Seperti kita tahu, yang namanya SIM itu wajib dimiliki oleh orang yang ingin nyetir kendaraan sendiri. Di Jepang yang namanya SIM itu hukumnya mutlak. Kita tidak bisa main main dengan urusan SIM. Kalau gak punya SIM mendingan naik sepeda onthel atau pakai transportasi umum daripada kena masalah. Kalau sampai terjadi kecelakaan terus ketahuan nggak punya SIM dendanya bisa selangit dan juga masuk penjara. Resikonya sangat tinggi karena sewaktu waktu polisi bisa muncul disamping kita terus minta kita berhenti. Apalagi kalau bersikap aneh didepan polisi pasti langsung dihampiri. Sebagai orang asing, kecenderungan polisi untuk mengamati kita dibandingkan dengan orang Jepang tentu lebih besar.

Bisa punya SIM Jepang itu enaknya minta ampun. Bisa jalan jalan bersama keluarga atau teman kemana mana sesuka hati kita. Pas liburan mau jalan jalan keluar kota tinggal nginjak pedal gas. Pas musim dingin kalau pergi kemana mana enak nggak kedinginan. Kalau mau ngirit pas jalan jalan keluar kota nggak usah pesen hotel juga bisa, sebagai gantinya tidur di mobil. Sempit dan badan pegel pegel sih, tapi khan bisa ngirit duit hahaha. okoknya praktis deh. Ibaratnya bisa keliling Jepang kalau punya duit dan mau hehehe. Kalau punya duit dan dirasa perlu bisa beli mobil sendiri. Kalau merasa belum perlu bisa rental mobil saja pas ada keperluan.

Rute ujian SIM untuk kendaraan tonase tinggi di Hirabari, Nagoya, Jepang

Lalu mungkin ada pertanyaan gampang nggak ya ujian SIM di Jepang? Kalau soal itu saya tegaskan secara umum jauh lebih susah dibandingkan dengan nyari SIM di Indonesia. Yang jelas di Jepang tidak ada main mata dalam urusan SIM. Tidak ada jalan belakang untuk menerebos sistem ujian SIM. Petugasnya tegas dan galak sehingga tidak akan bisa main kucing kucingan. Yang tidak memenuhi standar dijamin tidak akan lolos dan bisa ngulang ujian SIM sampai lulus. Banyak cerita baik orang Jepang maupun asing yang harus ujian SIM diatas 10 kali. Jadi mengulang ujian SIM sampai 10 kali itu tidak aneh di Jepang. Tapi dengan ujian SIM yang ketatnya minta ampun tersebut, output yang dihasilkan juga hebat. Terbukti dengan sedikitnya jumlah kecelakaan di Jepang jika dibandingkan dengan misalnya negara kita. Saya pernah membuat postingan tentang pengalaman saya mencari SIM di Jepang. Kalau ada waktu bisa dibaca disini.

Lalu bagaimana proses mencari SIM di Jepang bagi orang asing. Jika tidak ada perubahan, aturan ujian SIM untuk orang asing itu dibagi 2, yaitu yang tidak mempunyai SIM Indonesia dan yang mempunyai SIM  Indonesia. Untuk lebih jelasnya akan saya coba ulas satu per satu.

1. Tidak mempunyai SIM Indonesia

Untuk SIM motor kecil tipe 50 cc, harus mengikuti ujian tulis jumlah soalnya 50 soal dan maksimal salah 3. Salah 4 dinyatakan tidak lulus. Untuk motor kecil tipe 50 cc tidak ada ujian praktek. Untuk SIM motor diatas 50 cc dan mobil harus ikut sekolah nyetir selama kurun waktu tertentu. Pertama kali latihan nyetir dulu didalam lapangan milik sekolah nyetir tersebut. Setelah dianggap memenuhi syarat dengan didampingi instruktur mencoba keluar ke jalan raya. Setelah uji coba dijalan raya dinyatakan memenuhi syarat baru bisa ikut ujian tulis dan ujian praktek beneran. Mungkin ada pertanyaan berapa biaya sekolah nyetir di Jepang? Saya jawab saja, tergantung daerah dan sekolahnya. Tapi minimal 200 ribu yen atau kalau di kurs saat ini bisa mencapai sekitar 24 juta rupiah. Bahkan ada yang menetapkan biaya sampai 300 ribu yen. Sekali lagi tergantung daerah dan sekolahnya. Biasanya dengan biaya segitu banyak siswa diajari dan didampingi sampai lulus ujian SIM. Tahap tahapnya bisa dilihat diuraian dibawah ini.

Tahap ujian SIM di Jepang bagi yang tidak punya SIM Indonesia

Apakah setelah mengikuti sekolah nyetir siswa ujian sekali bisa langsung lulus? Ya tidak mesti dan tidak ada jaminan. Sekali lagi kalau dinilai tidak memenuhi syarat oleh pihak penyelenggara ujian SIM, ya tidak akan dinyatakan lulus. Pasti disuruh mengulang sampai memenuhi standar. Tapi sekolah nyetir di Jepang biasanya all out mengajari siswanya tentang cara berkendaraan yang benar dan aman. Mereka memberikan trik trik yang harus diperhatikan dan lakukan selama ujian SIM. Jadi kalau sudah masuk sekolah nyetir biasanya cepat lulusnya.

2. Mempunyai SIM Indonesia

Apabila mempunya SIM Indonesia syarat untuk bisa ujian lebih ringan dan lebih murah. Oh iya, SIM Indonesia ini harus dipakai di Indonesia minimal selama 3 bulan. Maksudnya begini, apabila saya mendapatkan SIM Indonesia tanggal 10 Januari terus saya datang ke Jepang 30 Februari berarti SIM Indonesia tersebut tidak bisa dipakai untuk mencari SIM di Jepang karena masa pakai di Indonesianya belum genap 3 bulan. Ini perlu diperhatikan agar tidak salah strategi.

Kembali ke masalah lebih ringan dan lebih murah tadi, contohnya apa? contohnya dari segi soal ujian tulis. Apabila mempunyai SIM di Indonesia soal ujiannya hanya 10 soal dan maksimal salah 3. Tentu jauh lebih ringan mengerjakan 10 soal dibandingkan 50 soal. Probabilitas lulusnya juga jauh lebih besar. Ini tentu sangat menguntungkan. Contoh lainnya apa? Bagi yang mempunyai SIM Indonesia tidak perlu masuk sekolah nyetir, langsung bisa ikut ujian SIM. Ini bisa menghemat 200 sampai 300 ribu yen. Jumlah yang sangat besar. Tidak perlu ikut sekolah nyetir juga bisa menghemat waktu karena biasanya memerlukan waktu 1,2 bahkan 3 bulan lebih.

Terus tahap tahapnya seperti apa? Kalau tidak ada perubahan tahap tahapnya seperti dibawah ini.

Tahap ujian SIM di Jepang bagi yang mempunyai SIM Indonesia

Untuk yang punya SIM Indonesia dan bisa lulus 1 kali ujian biaya yang diperlukan sangat murah. Biaya sekali ujian sekitar 3000 yen. Kalau lulus dimintai biaya pembuatan SIM sekitar 3000 yen. Total dana yang dihabiskan jika bisa lulus sekali ujian tidak lebih dari 8000 yen. Jauh lebih murah dibandingkan dengan yang tidak punya SIM di Indonesia.

Yang perlu diperhatikan lagi ada identitas yang tertera pada SIM harus benar dan sama dengan yang tertera di paspor dan KTP Jepang. Misalnya ada perbedaan huruf 1 abjad saja dijamin SIM tidak diakui di Jepang. Kasus yang sering terjadi di Indonesia adalah umur dituakan. Kalau sampai terjadi ini juga bakal jadi ganjalan, dijamin tidak akan diakui oleh JAF selaku lembaga yang menterjemahkan dan melegalisir SIM Indonesia.

Sekali lagi bagi yang ingin tinggal lama di Jepang mungkin ada baikknya menyiapkan dokumen salah satunya SIM Indonesia dengan identitas yang benar. Insya alloh berguna sekali jika ingin membuat SIM di Jepang.

Semoga bermanfaat

Oktober 2012, Aichi, Jepang.

Advertisements

Road To Tokyo

Tanggal 6-8 Oktober 2012 kemarin saya libur. Lumayan panjang 3 hari. Sejak bulan Juli sudah saya rencanakan untuk jalan jalan ke Tokyo pas liburan tersebut. Saya rencananya ngajak temen pakai kendaraan sendiri jadi konvoi 2 mobil. Tapi setelah dikalkulasi ternyata dana yang diperlukan cukup besar. Kalau pakai kendaraan sendiri komponen biaya seperti bensin, tol dan parkir harus dibayar sendiri. Jarak Aichi sampai Tokyo sekali jalan itu sekitar 350 km, kalau naik tol sekali jalan bayarnya sekitar 7500 yen. Kalau PP jadinya 15000 yen. Bensin 15000 yen dan parker sekitar 10000 yen. Dari 3 komponen biaya itu saja harus nyiapin duit 40000 yen. Ini belum termasuk penginapan, makan dan biaya masuk tempat wisata. Dengan pertimbangan financial tersebut, akhirnya kami putuskan untuk memakai 1 mobil saja milik teman saya yang ukurannya lebih besar. Ya lumayan bisa ngirit meskipun harus uyel uyelan selama perjalanan hahaha

Asakusa smile hostel. penginapan buat para backpacker di Tokyo. Penginapan ala anak kost ^_^

Setelah masalah transportasi terpecahkan, saya segera mencari tempat penginapan. Daerah yang saya pilih adalah daerah Asakusa karena malamnya pingin main ke Tokyo Sky Tree, kalau di Indonesia kayak Monas. Tokyo Sky Tree ini adalah salah satu ikon wisata Jepang khususnya Tokyo saat ini. Wah karena libur 3 hari, nyari penginapan susahnya minta ampun. Lewat beberapa website saya mencoba untuk pesen kamar tapi ternyata sudah pada penuh. Saya coba telepon langsung ternyata juga sudah penuh. Setelah nyari sana sini akhirnya dapat penginapan untuk para backpacker. Ya lumayanlah daripada gak dapat. Disebutnya bukan hotel tapi hostel. Namanya asakusa smile hostel. Hostel ini persis kayak kost kostan. Ada kamar didalamnya ada tempat tidur. Tempat tidurnya ada yang sejajar ada yang tingkat tergantung harganya. Terus kamar mandi, toilet dll dipakai bareng bareng hahaha. Lucu banget, jadi inget jaman ngekost di Jogja dulu. Asakusa smile hostel ini cukup terkenal dikalangan backpacker. Pesen kamarnya bisa pakai bahasa inggris karena memang kebanyakan tamunya adalah para backpacker dari seluruh dunia. Kalau dilihat bangunannya biasa saja, bangunan lama, tidak ada yang special bahkan boleh dikatakan terlalu biasa. Tesedia juga mesin cuci, jidouhanbaiki, 2 komputer yang terhubung dengan internet yang bebas dipakai oleh tamu. Dilantai paling bawah ada bar yang buka sampai sekitar jam 11 malam. Ketika saya menginap banyak sekali orang asing yang menginap disitu. Bagi yang ingin main ke Tokyo terus nyari tempat nginap yang murah, Asakusa smile hostel mungkin bisa dijadikan altenatif pilihan.

Setelah semua siap hari H datang juga. Asyik jalan jalan hahaha….Kami berangkat Sabtu jam 1 pagi biar pagi bisa nyampai Tokyo terus langsung jalan jalan. Saya berbagi kerjaan dengan teman. Saya yang nyetir Aichi Tokyo PP, sedangkan teman nyetir didalam kota Tokyo. Perjalanan awalnya cukup lancar. Karena liburan meskipun malam hari jalan tol tetep ramai. Sampai di daerah Toyohashi saya belok kiri milih jalan tol Shin Tomei yang baru dibuka bulan Maret kemarin. Tol yang lama namanya Tomei. Shin Tomei dan Tomei nantinya ketemu lagi kalau gak salah di daerah gotenba, ini sudah dekat dengan Tokyo. Di tengah perjalanan tepatnya di daerah Yokohama kami kena macet sekitar 1 jam. Saya pikir apa gitu, karena baru jam 4 pagi sudah macet. Ternyata ada kecelakaan. Setelah itu lancar sampai tujuan pertama yaitu Tokyo Disneyland.

1. Tokyo Disneyland

Tokyo Disneyland, 6 Oktober 2012

Boleh dikatakan ini wajib didatangi bagi yang main ke Tokyo. Saya nyampai di parkiran Tokyo Disneyland jam 7 pagi dan saya pikir tidak ada antrian karena terlalu pagi. Ternyata dugaan saya salah. Jam 7 pagi sudah banyak yang datang. Parkiran sudah penuh 50%. Dengan badan loyo karena habis nyetir dari jam 1 malam saya langsung antri beli pasport. Di Tokyo Disneyland istilahnya bukan tiket tapi passport. Harganya untuk dewasa 6000 yen dan bisa dibeli ditempat maupun online. Jam 8 pagi akhirnya pintu gerbang dibuka juga. Karena saking terkenalnya apa apa pasti ngantri. Misalnya mau masuk ke sebuah wahana harus antri 1 sampai 2 jam. Haduh….bagi yang tidak suka ngantri seperti saya ini tersiksa setengah mati. Apalagi dalam kondisi ngantuk dan capek terus disuruh ngantri. Akhirnya saya dan istri mencari permainan yang tidak banyak ngantrinya. Setelah capek muter muter jam 2.30 siang kami memutuskan untuk keluar dan langsung menuju tempat penginapan. Yah lumayan akhirnya tercapai keinginan main ke Tokyo Disneyland setelah sekian tahun di Jepang hahaha

2. Sumida Suizokan

Pinguin di Sumida Suizokan, Tokyo.

Setelah sampai tempat penginapan kami istirahat sebentar. Temen saya ada keperluan pribadi jadi kami pergi ke Tokyo Sky Tree jalan kaki. Tidak masalah karena hanya 1 km dari penginapan. Setelah sedikit melepas lelah, saya dan istri berangkat. Begitu sampai ternyata kami tidak bisa langsung naik. Pertama kami diberi karcis untuk ngantri dan dikarcisnya kami harus ngantri jam 19 sampai 19,30. Tertulis shitei jikan jadi harus ontime jam tersebut hahaha. Padahal saya nyampai jam 5 sore. Karena masih 2 jam lebih akhirnya kami jalan jalan keliling. Pas jalan keliling nggak sengaja nemu Shumida Suizokan, ini semacam aquarium gede yang letaknya satu komplek dengan Tokyo Sky Tree. Ya sudah daripada bengong akhirnya kami masuk ke Sumida Suizokan ini. Tiketnya boleh dibilang mahal sih, 2000 yen per orang. Tapi karena sudah tanggung sampai Tokyo dan banyak waktu luang akhirnya kami putuskan untuk masuk.

Yang namanya aquarium isinya bisa ditebak berbagai macam ikan dari berbagai negara. Selain itu ada juga pinguin. Alasan lain kenapa saya mau masuk karena saya pernah lihat TV tentang perjuangan orang yang ditugaskan untuk mencari hewan hewan yang mau ditempatkan di Sumida Suizokan ini. Panjang dan berat sekali perjuangannya. Susah sekali mencari jenis ikannya yang diinginkan. Sampai harus pergi ke beberapa negara. Begitu ada ternyata tidak mendapatkan ijin dari negara asalnya. Orangnya bahkan blusukan sampai ke Bengkulu untuk mencari ikan pari. Dapat ikan pari dan mau dibawa ke Jepang, eh ternyata mati di jalan dan lain sebagainya. Salut buat perjuangannya. Setelah selesai muter muter kami keluar dan makan malam sambil menunggu jam kumpul.

3. Tokyo Sky Tree

Tokyo Sky Tree di malam hari. Oktober 2012.

Kurang dari jam 7 kami sudah njenguk ngantri. Begitu ada komando suruh masuk segera kami masuk untuk beli tiket. Haduh, ternyata ngantri beli tiketnya juga lama sekitar 1 jam. Begitu dapat tiket kami harus ngantri lagi untuk naik lift. Ini juga perlu 15 menitan. Lift yang jumlahnya 4 penuh semua sehingga harus ngantri. Tapi ada nilai positifnya antri di Jepang yaitu semua mau diatur dan taat aturan. Kalau sudah diminta antri orang Jepang pasti ngantri dengan tertib. Nggak ada yang serobot sana sini. Justru orang Jepang merasa malu kalau berani nyerobot atau melanggar aturan. Akhirnya sekitar jam 8.15 malam kami bisa naik ke atas lihat pemandangan kota Tokyo di malam hari. Ini adalah salah satu ikon wisata Tokyo dan saat ini menjadi pembicaraan hangat di Jepang. Karena apa? Karena ini adalah bangunan tertinggi di Jepang saat ini. Tokyo Sky Tree tingginya 634 meter, dibangun mulai Juli 2008 dan mencapai titik tertinggi yaitu 634 meter pada Maret 2012. Dibuka untuk umum mulai Mei 2012, jadi memang masih baru banget. Karena baru ya resikonya lagi lagi harus ngantri. Di Tokyo Sky Tree ada dua tempat observasi yang pertama pada ketinggian 350 meter, harga tiketnya 2000 yen. Selanjutnya pada ketinggian 450 meter. Yang mau sampai 450 meter harus beli tiket lagi harganya 1000 yen diloket pembelian yang ada di observasi 350 meter. Karena sudah jauh jauh dari Aichi, saya sama istri memutuskan sampai naik sampai 450 meter. Ada perasaan takut karena tingginya minta ampun. Kalau orang Jawa bilangnya awing awangen hahaha. Alhamdulillah cuaca cerah sehingga bisa menikmati pemandangan kota Tokyo dari ketinggian 350 meter dan 450 meter dengan leluasa. Setelah puas muter muter akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena memang sudah mau tutup juga. Oh iya, Tokyo Sky Tree buka sampai jam 10 malam. Selanjutnya menuju penginapan ala kost kostan di Asakusa Smile Hostel ^_^

4. Kuil Asakusa

Istri sama si kecil di depan kaminari mon, Asakusa, Tokyo.

Pagi pagi jam 6 kami sudah bangun langsung mandi, ngrapiin kamar dan persiapan lainnya.Teman saya masih sibuk dengan urusannya jadi belum balik ke penginapan. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke tujuan selanjutnya yaitu kuil Asakusa dengan jalan kaki. Ada baiknya juga nginap di Asakusa Smile Hostel ini karena dekat dengan Tokyo Sky Tree dan kuil Asakusa. Cukup jalan kaki 20 menitan sudah nyampai. Benri na tokoro datta. Saya sudah ngomong ke office hostelnya kalau mau chek out jam 7 pagi. Dia bilang kalau begitu kuncinya masukin saja ke kotak pos karena gak ada orang hahaha….unik khan ya. Wah ternyata diluar cuaca jelek, hujan cukup deras. Dengan bagi bagi kerjaan sama istri kami berangkat jalan kaki ke kuil Asakusa. Istri gendong si kecil, saya gendong beberapa tas bawaan.

Sampai tempatnya masih pagi banget. Belum ada jam 8. Toko toko yang berjajar di didepan kuil Asakusa juga belum buka. Baru 2-3 tempat yang lagi bersiap siap. Tapi karena ngejar target meskipun masih sepi kami tetep masuk. Tidak ada tiket alias gratis. Kuila Asakusa ini juga terkenal di Tokyo. Kalau di Jakarta ada kota tua, kalau di Tokyo ada Asakusa. Mungkin perbandingannya seperti itu. Kalau search foto foto di google biasanya selalu penuh orang yang berkunjung. Sayang sekali karena hujan jadi tidak bisa menimati sepenuhnya. Mau foto saja harus hati hati agar kameranya tidak kena air. Tapi lumayanlah…akhirnya bisa juga main ke Asakusa. Setelah dirasa cukup kami keluar dan memutuskan untuk mengisi makan pagi dulu sambil menyusun rencana selanjutnya.

5. Odaiba

Liberty ala Odaiba, Jepang

Sambil makan kami memikirkan langkah selanjutnya karena ternyata teman belum balik juga sedangkan dia yang bawa mobil. Karena belum balik juga akhirnya kami putuskan untuk pergi ke tujuan selanjutnya naik kereta. Masalah transportasi bisa diatasi karena transportasi di Tokyo sangat mudah. Semua terhubung satu dengan yang lain. Bantuan berbagai aplikasi dari iphone sangat membantu kami mencari lokasi stasiun, jadwal kereta, biaya sampai dimana harus transit kereta. Segera kami ke stasiun Asakusa yang jaraknya hanya 400 meter dari kuil Asakusa. Langsung beli tiket untuk jurusan Daiba, stasiun disebelah Odaiba. Yoshi….Tsuita!

Patung Gundam di Odaiba, Tokyo

Nyampai Odaiba ternyata hujan deras. Haduh cuaca kurang bersahabat. Tapi memang ini sesuai prakiraan cuaca bahwa pagi sampai siang Tokyo turun hujan. Mungkin ada pertanyaan di Odaiba ada apa sih? Di Odaiba ada patung liberty tiruan. Karena tiruan jadinya bentuknya agak kecil meskipun di desain persis dengan patung liberty yang ada di Amerika. Disitu juga ada pelabuhan khusus untuk perahu wisata mengelilingi daerah di sekitar Odaiba. Perahu wisata ini bentuknya unik atapnya kaca sehingga penumpang bisa lihat pemandangan sekitarnya dengan jelas banget. Ada satu lagi yaitu patung gundam yang juga menjadi salah satu ikon Odaiba. Setelah muter muter kami istirahat di restoran Indonesia yang ada di Odaiba. Namanya restoran Surabaya. Restoran ini ada di mall Aqua City lantai 5 tepat disebelah stasiun Daiba. Restoran Surabaya merupakan jaringan restoran Indonesia yang cukup besar di Jepang. Bahkan mungkin paling besar. Mempunyai banyak cabang di berbagai kota besar di Jepang. Soal menu bisa dipastikan menu ala Indonesia. Enak dan bisa mengobati rasa rindu masakan Indonesia. Di restoran ini kami istirahat sambil makan siang sekalian nunggu teman yang balik dari urusan pribadinya. Setelah makan dan semuanya kumpul kami melanjutkan ketujuan selanjutnya yaitu Tokyo Tower.

6. Tokyo Tower

Tokyo Tower di malam hari. Diambil Oktober 2012.

Meskipun sudah ada Tokyo SkyTree tapi Tokyo Tower tetap fenomenal dan wajib di kunjungi kalau anda main ke Tokyo. Sejarah Tokyo Tower sangat panjang dan modelnya diadopsi dari menara Eiffel di Paris, Perancis. Tokyo Tower tingginya 333 meter dan mulai dibangun Juni 1957 dan mulai dibuka Desember 1958. Sampai saat ini sudah lebih dari 150 juta orang datang ke Tokyo Tower. Jumlah yang luar biasa. Ada dua tempat observasi yaitu pada ketinggian 150 meter dan 250 meter. Harga tiketnya sampai 150 meter 820 yen untuk orang dewasa. Kalau mau naik sampai 250 harus beli tiket lagi harganya 600 yen. Karena salah satu tujuan wisata favorit di Tokyo ya lagi lagi harus ngantri dari beli tiket sampai naik lift. Dilihat dari bentuk menaranya Tokyo Tower sangat cantik apalagi kalau lihatnya pada malam hari. Perpaduan struktur besi, warna cat dan lampu sangat pas sekali dan mengesankan sekali. Cukup lama kami berada di Tokyo Tower ini. Kami kelilingi sambil melihat pemandangan kota Tokyo sambil menunggu malam. Karena setelah ini kami harus balik ke Aichi lagi. Sebenarnya masih ada tujuan lain yaitu Kamakura tapi karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya rencana ke Kamakura kami batalkan. Setelah puas sekitar jam 19.30 kami memutuskan turun dan balik ke Aichi.

Saatnya pulang ke Aichi lagi. Alhamdulillah perjalanan lancar tidak ada kemacetan sama sekali dan bisa sampai rumah sekitar jam 23.30 an. Tapi karena kurang istirahat, capek, telat makan dan kehujanan akhirnya harus masuk angina hehehe. Kapan kapan lagi Insya Alloh main ke Tokyo lagi karena masih ada hutang beberapa tempat tujuan yang belum di kunjungi. Tokyo…Mata asobini kimasu ^_^

Musim gugur Oktober 2012

Aichi, Jepang

Harapanku Untuk PLN : Kredibel, Aman,Ramah Lingkungan Dan Transparan

Listrik adalah salah satu urat nadi pembangunan. Tanpa listrik bisa dipastikan pembangunan akan terhenti, perekonomian berjalan pincang dan segala aktivitas manusia akan terganggu. Begitu vitalnya peran listrik tersebut sehingga Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus bisa merumuskan strategi yang efektif untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik di seluruh Indonesia. Artikel ini membahas mengenai harapan publik terhadap kinerja PLN ke depan sehingga PLN bisa menjadi perusahaan listrik yang besar, kuat, disegani dan dicintai oleh rakyat Indonesia.

Listrik Dan Pembangunan

Sudah 67 tahun kita merdeka. lepas dari belenggu tirani penjajah. Sudah 67 tahun pula kita berpacu dengan waktu melaksanakan program program pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang semakin mendesak, meningkatkan standar kesehatan, mutu pendidikan sampai beraneka ragam sarana dan prasarana yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Selama itu pula kita berhadapan dengan berbagai macam masalah yang bisa diibaratkan sebuah dinding yang begitu tebal dan kuat yang sangat sulit sekali dirobohkan. Tapi itulah hakikat pembangunan, di dunia ini tidak ada pembangunan yang instant. Kalau kita tengok ke negara maju misalnya Amerika, bisa kita ketahui betapa panjangnya proses pembangunan di sana hingga menjadi sebuah negara yang maju seperti sekarang ini. Kita juga bisa melihat bagaimana sejarah dan usaha Jepang untuk bangkit dari kehancuran setelah kalah perang. Semuanya perlu proses sangat panjang yang melibatkan usaha, cucuran keringat, semangat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat serta tentu saja good will dari pemerintah.

Salah satu kunci pembangunan adalah ketersediaan energi, salah satunya adalah energi listrik. Energi yang selama satu abad terakhir tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Negara kita yang sedang membangun membutuhkan suplai listrik yang stabil dan merata. Rumah tangga, sekolah, kantor pemerintah, kampus, bank, perusahaan, rumah sakit dan sebagainya bekerja dengan bantuan energi listrik. Tidak ada pasokan listrik bisa berakibat berhentinya laju pembangunan. Dari sini bisa kita lihat betapa tanggung jawab PLN sebagai satu satunya perusahaan yang didaulat oleh pemerintah untuk menyediakan dan mengurusi kelistrikan nasional benar benar berat.

Listrik Sebagai Bagian Dari Hak Asasi

Seluruh warga negara dari Aceh sampai Papua mempunyai hak yang sama untuk bisa menikmati dan mengakses semua hasil pembangunan termasuk didalamnya adalah menikmati listrik. Tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak saudara saudara kita yang tinggal di daerah pedalaman belum bisa menikmati listrik. Masih banyak penduduk yang pada waktu malam hari bekerja, beraktivitas, berkumpul bahkan belajar dalam kegelapan. Masih banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses saluran TV sehingga terisolasi dari dunia luar karena belum adanya aliran listrik di daerahnya.

Ilustrasi anak anak yang belajar diterangi lampu minyak

Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, memang harus diakui banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh PLN dalam menyediakan listrik. Tapi permasalahan tersebut bukan untuk dihindari tapi harus dicari jalan keluarnya. Listrik adalah hak asasi setiap warga negara. Listrik bukan hak pulau Jawa saja. Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan pulau pulau lain juga berhak menikmati listrik. Tidak boleh ada anak kandung dan anak tiri. Semua harus sama dan sejajar.

Kondisi Kelistrikan Nasional

Sedikitnya ada dua poin kondisi kelistrikan secara nasional yang bisa dijadikan bahan diskusi dan evaluasi yaitu poin pemerataan dan komposisi energi yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Poin pertama adalah pemerataan dimana konsentrasi penduduk penikmat listrik masih berpusat di pulau Jawa.  Untuk lebih jelasnya mari kita lihat bagan data konfigurasi pelanggan PLN tingkat nasional dibawah ini.

Data konfigurasi pelanggan PLN tingkat nasional
Sumber : PLN dan BPS

Berdasarkan data dari BPS dan PLN, secara nasional 58% rumah tangga yang teraliri listrik PLN, sisanya 42% masih harus hidup tanpa aliran listrik. Jika dilihat secara lebih spesifik pulau Maluku dan Papua dalam kondisi yang memprihatinkan dibandingkan dengan pulau yang lain. Data menyebutkan bahwa rumah tangga di Maluku dan Papua baru 38% yang bisa menikmati listrik, sisanya 62% rumah tangga di Maluku dan Papua harus hidup dengan kondisi gelap gulita. Melihat kondisi tersebut perlu pemikiran dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat di daerah pedalaman agar mereka segera tersentuh aliran listrik.

Poin yang kedua adalah komposisi energi yang digunakan untuk memproduksi tenaga listrik. Berdasarkan data dari rencana usaha penyediaan listrik PLN, dapat diketahui bahwa untuk wilayah Jawa Bali sampai tahun 2015 masih didominasi oleh penggunaan sumber daya tak terbarui seperti batubara dan gas. Memang negara kita mempunyai sumber daya alam yang cukup untuk mensuplai kebutuhan tersebut tapi dalam jangka panjang perlu dipikirkan alternatif energi lain yang lebih efektif dan bisa terus diperbarui. Ini mendesak sekali karena bagaimanapun juga sumber daya alam ada batasnya, karena terus dipakai maka suatu saat akan habis.

Komposisi pembangkit listrik berdasarkan  jenis bahan bakar wilayah Jawa Bali
Sumber : Rencana usaha penyediaan listrik PLN 2011-2015

Dua poin krusial tersebut diatas harus segera disikapi oleh PLN dengan merumuskan strategi jangka pendek, menengah dan panjang. Dengan perumusan strategi berjenjang tersebut langkah kedepan bisa lebih tertata rapi dan terfokus sehingga lebih efektif baik dari segi waktu maupun biaya dengan resiko kegagalan yang bisa minimalisir.

Isu Listrik Ramah Lingkungan

Berkaitan dengan energi, dalam 10 tahun terahir dunia  sedang dilanda dengan pemikiran energi terbarukan. Beraneka ragam energi alternatif dikembangkan karena semakin mahal dan berkurangnya energi tidak terbarukan khususnya minyak bumi. Penelitian di berbagai negara juga terus dilakukan karena permintaan akan energi khususnya energi listrik melonjak sedemikian besar. Sebagai contoh, isu listrik ramah lingkungan menjadi perhatian yang begitu besar oleh peneliti dan perusahaan listrik di Jepang. Saat ini di Jepang sedang gencar gencarnya mensosialisasikan solar sel untuk memproduksi listrik yang bersumber dari sinar matahari. Setiap pembangunan rumah baru selalu diberikan pilihan untuk sekalian menginstal solar sel dengan harga diskon dan dibayar menyatu dengan angsuran rumah. Lebih dari itu, ada mekanisme yang sangat menguntungkan bagi individu dan perusahaan listrik yaitu listrik yang dihasilkan oleh solar sel pada waktu siang hari secara otomatis dijual ke perusahaan listrik. Dengan demikian ada penghasilan yang bisa diperoleh oleh pemilik solar sel, sebaliknya perusahaan listrik mendapatkan tambahan daya yang bisa disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan sehingga pasokan listrik tetap tersedia dan stabil.

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga matahari

Bukan hanya Jepang. Negara maju lainnya di Eropa misalnya Jerman juga melakukan hal yang sama. Banyak atap gedung dan daerah pegunungan di Jerman dimanfaatkan sebagai tempat instalisasi solar sel untuk memenuhi kebutuhan listrik warga. Sama seperti Jepang, listrik yang dihasilkan oleh solar sel dijual kepada perusahaan listrik sehingga kedua belah bisa pihak mendapatkan keuntungan.

Selain isu listrik ramah lingkungan tersebut, dalam satu tahun terakhir ada isu lain yang gencar disuarakan oleh para aktivis yaitu listrik yang aman bagi lingkungan dan kesehatan. Isu ini disuarakan dengan keras setelah adanya ledakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir milik Jepang di Fukushima sebagai akibat gempa bumi di daerah Sendai bulan Maret 2011. Ledakan ini menyebabkan radiasi nuklir yang begitu luas dan menakutkan di Jepang. Puluhan ribu orang yang tinggal dalam radius 30 km dipaksa meninggalkan rumah mereka karena masuk dalam daerah rawan radiasi. Peristiwa ini langsung menggemparkan dunia dan segera disikapi oleh para aktivis diseluruh penjuru dunia dengan menolak penggunaan dan pembangunan reaktor nuklir baru.

Ilustrasi demo anti pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang

Dua isu penting diatas kiranya perlu diperhatikan oleh PLN dalam merumuskan strategi bisnisnya dalam jangka panjang. Perlu dipikirkan kembali dampak positif dan negatifnya dan harus ditelaah bukan hanya dari sisi keuntungan finansial belaka tapi juga lingkungan, kesehatan dan keamanan. PLN harus mengoptimalkan departemen penelitiannya agar sesegera mungkin menemukan alternatif sumber tenaga listrik baru yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Beberapa Poin Harapan Untuk PLN

Harapan masyarakat kepada PLN sangatlah besar karena PLN bisa katakan sebagai malaikat-nya listrik di tanah air. PLN adalah urat nadi pembangunan sehingga pecahnya urat nadi ini bisa berakibat pada berhentinya denyut pembangunan di tanah air.  Majunya PLN berarti majunya masyarakat kita. Untuk itu diperlukan sumbang sih pemikiran dari segenap lapisan masyarakat sehingga PLN tidak salah dalam merumuskan strategi. Harapan masyarakat tersebut bisa dirangkum dalam sebuah kerangka pemikiran seperti dibawah ini.

Beberapa poin harapan untuk PLN
copy right https://mbantoelpoenya.wordpress.com/

Ada banyak sekali harapan masyarakat kepada PLN. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca penjabarannya dibawah ini.

1. Stabilitas pasokan listrik

Ini adalah salah satu harapan masyarakat Indonesia kepada PLN yang mendesak. Aliran listrik dari PLN sering tidak stabil bahkan sering mendadak putus sehingga sangat merugikan pelanggan. Masyarakat terutama di daerah pinggiran atau pedesaan sering mengalami hal seperti ini. Stabilitas pasokan listrik adalah salah satu kunci kesuksesan pembangunan. Kita ambil contoh terputusnya aliran listrik pada kawasan industri akan mengakibatkan pabrik tidak dapat beroperasi. Jika itu terjadi pada fasilitas publik misalnya stasiun, terminal, jalan, pelabuhan atau bandara maka bisa dibayangkan semua aka terhenti dan kerugian yang timbul begitu besar. Perlu diketahui kerugian bukan hanya materi, ada kerugian lain yang tidak kalah besar yaitu kepercayaan investor akan suplai listrik di Indonesia. Jika investor sampai mempunyai pemikiran suplai listrik di Indonesia tidak memenuhi syarat mereka bisa lari dan membatalkan investasinya.

2. Pemerataan aliran listrik

Konsep sentralistis yang dianut oleh pemerintah perlu dievaluasi lebih mendalam karena mengakibatkan tertinggalnya daerah lain. Tidak bisa dipungkiri ketimpangan pembangunan antara pulau Jawa dan pulau lain itu ada. Ini harus disikapi oleh pemerintah dan PLN dengan merumuskan strategi yang berorientasi pada asas pemerataan pembangunan sehingga dalam jangka waktu tertentu daerah di luar Jawa juga bisa menikmati aliran listrik.

3. Komunikasi yang efektif sebelum perawatan atau perbaikan

Komunikasi yang efektif perlu dibangun agar masyarakat mengetahui apabila akan ada pemadaman karena ada perbaikan atau pemeliharaan sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri. Terputusnya aliran listrik secara tiba tiba akan mengacaukan aktivitas keseharian masyarakat. PLN perlu membangun jalur komunikasi khusus untuk mengkomunikasikan kebijaksanaannya. Masyarakat bukan obyek mati, masyarakat adalah konsumen sehingga berhak tahu.

4. Penanganan keluhan konsumen

Sebagai sebuah produk yang setiap hari dinikmati oleh puluhan juta keluarga tentu saja ditengah jalan sering timbul masalah yang berujung pada keluhan konsumen. Dalam dunia bisnis keluhan adalah bentuk lain dari usulan sebagai bentuk kepedulian konsumen. Sebagai sebuah perusahaan yang mengurusi hajat hidup orang banyak PLN harus mampu memetakan keluhan konsumen per daerah kemudian memberikan solusi yang cepat dan nyata.

5. Pembangkit tenaga listrik alternatif bagi daerah yang tidak terjangkau jaringan kabel

Luasnya wilayah Indonesia ditambah dengan penyebaran penduduk yang tidak merata menjadi kendala PLN dalam usaha melayani masyarakat. Untuk penduduk yang berada diluar jangkauan jaringan kabel bisa dilayani dengan membangun pembangkit tenaga listrik alternatif. Misalnya saja masyarakat di daerah pedalaman bisa dilayani dengan membangun pembangkit listrik tenaga matahari di daerah tempat tinggalnya sehingga masyarakat tersebut bisa tercover pasokan listrik dari PLN.

6. Mengikis pungutan liar

Ini adalah masalah klasik yang terjadi bukan hanya di PLN tapi juga di instansi milik pemerintah yang lain. Keklasikan masalah ini bukan menjadikan alasan harus dibiarkan atau dilestarikan tapi sebaliknya harus dikikis habis sehingga PLN secara khusus bisa menjadi korporasi yang kuat dan Indonesia secara umum bisa berubah menjadi negara yang bermartabat. Metode reward dan punishment serta pengawasan yang ketat bisa menjadi salah satu metode untuk menghapus pungutan liar yang sering dialami oleh pelanggan.

7. Transparansi anggaran

Salah satu ciri perusahaan yang berdedikasi tinggi dan bermartabat adalah menjunjung tinggi transparansi. Karena PLN adalah perusahaan plat merah maka wajar sekali jika ada tuntutan transparansi dari masyarakat. Dengan program transparansi anggaran berarti PLN juga berkomitmen untuk memberantas kolusi, korupsi dan nepotisme yang sangat merusak integritas perusahaan sekaligus menuju kearah Good Corporate Governance (GCG) yang diimpikan oleh masyarakat. Tuntutan transparansi ini bukan bentuk kecurigaan tapi lebih pada bentuk kontrol masyarakat yang memang diperlukan agar PLN berjalan pada jalur yang benar.

8. Stabilitas tegangan

Listrik selalu identik dan berhubungan erat dengan komponen eleltronika yang bekerja dalam ukuran tertentu. Perubahan secara mendadak dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kebakaran. Tentu ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan manusia. Inkonsistensi tegangan adalah salah satu keluhan yang sering muncul dan menjadi perbincangan luas di kalangan pelanggan PLN. Diharapkan PLN mampu membuat terobosan teknologi sehingga stabilitas tegangan listrik senantiasa terjaga.

Akhir Kata

Dari tahun ke tahun PLN terus bekerja. Kita tahu PLN tidak pernah menganggur meskipun hanya satu menit. Dengan segala macam keterbatasan ditambah permasalahan yang datang silih berganti PLN tetap berusaha all out menjalankan core bisnisnya yaitu menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai macam improvisasi, peningkatan layanan, perluasan jaringan, inovasi produk juga terus dilakukan oleh PLN. Kita harus berterimakasih dan mengapresiasi berbagai macam langkah PLN dalam memperbaiki kinerjanya. Terakhir, masyarakat secara umum dan pelanggan PLN pada khususnya mempunyai tanggungjawab untuk terus memberikan masukan akan kekurangan dan kesalahannya.  PLN perlu diingatkan dan dikontrok agar program programnya berjalan dengan baik demi masa depan Indonesia yang cerah dan bermartabat.