Harapanku Untuk PLN : Kredibel, Aman,Ramah Lingkungan Dan Transparan

Listrik adalah salah satu urat nadi pembangunan. Tanpa listrik bisa dipastikan pembangunan akan terhenti, perekonomian berjalan pincang dan segala aktivitas manusia akan terganggu. Begitu vitalnya peran listrik tersebut sehingga Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus bisa merumuskan strategi yang efektif untuk memastikan ketersediaan pasokan listrik di seluruh Indonesia. Artikel ini membahas mengenai harapan publik terhadap kinerja PLN ke depan sehingga PLN bisa menjadi perusahaan listrik yang besar, kuat, disegani dan dicintai oleh rakyat Indonesia.

Listrik Dan Pembangunan

Sudah 67 tahun kita merdeka. lepas dari belenggu tirani penjajah. Sudah 67 tahun pula kita berpacu dengan waktu melaksanakan program program pembangunan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri, pemenuhan kebutuhan tempat tinggal yang semakin mendesak, meningkatkan standar kesehatan, mutu pendidikan sampai beraneka ragam sarana dan prasarana yang menunjang kesejahteraan masyarakat. Selama itu pula kita berhadapan dengan berbagai macam masalah yang bisa diibaratkan sebuah dinding yang begitu tebal dan kuat yang sangat sulit sekali dirobohkan. Tapi itulah hakikat pembangunan, di dunia ini tidak ada pembangunan yang instant. Kalau kita tengok ke negara maju misalnya Amerika, bisa kita ketahui betapa panjangnya proses pembangunan di sana hingga menjadi sebuah negara yang maju seperti sekarang ini. Kita juga bisa melihat bagaimana sejarah dan usaha Jepang untuk bangkit dari kehancuran setelah kalah perang. Semuanya perlu proses sangat panjang yang melibatkan usaha, cucuran keringat, semangat dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat serta tentu saja good will dari pemerintah.

Salah satu kunci pembangunan adalah ketersediaan energi, salah satunya adalah energi listrik. Energi yang selama satu abad terakhir tidak bisa lepas dari kehidupan manusia. Negara kita yang sedang membangun membutuhkan suplai listrik yang stabil dan merata. Rumah tangga, sekolah, kantor pemerintah, kampus, bank, perusahaan, rumah sakit dan sebagainya bekerja dengan bantuan energi listrik. Tidak ada pasokan listrik bisa berakibat berhentinya laju pembangunan. Dari sini bisa kita lihat betapa tanggung jawab PLN sebagai satu satunya perusahaan yang didaulat oleh pemerintah untuk menyediakan dan mengurusi kelistrikan nasional benar benar berat.

Listrik Sebagai Bagian Dari Hak Asasi

Seluruh warga negara dari Aceh sampai Papua mempunyai hak yang sama untuk bisa menikmati dan mengakses semua hasil pembangunan termasuk didalamnya adalah menikmati listrik. Tidak bisa kita pungkiri bahwa masih banyak saudara saudara kita yang tinggal di daerah pedalaman belum bisa menikmati listrik. Masih banyak penduduk yang pada waktu malam hari bekerja, beraktivitas, berkumpul bahkan belajar dalam kegelapan. Masih banyak masyarakat yang tidak bisa mengakses saluran TV sehingga terisolasi dari dunia luar karena belum adanya aliran listrik di daerahnya.

Ilustrasi anak anak yang belajar diterangi lampu minyak

Sebagai negara kepulauan yang sangat luas, memang harus diakui banyak sekali permasalahan yang dihadapi oleh PLN dalam menyediakan listrik. Tapi permasalahan tersebut bukan untuk dihindari tapi harus dicari jalan keluarnya. Listrik adalah hak asasi setiap warga negara. Listrik bukan hak pulau Jawa saja. Pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan pulau pulau lain juga berhak menikmati listrik. Tidak boleh ada anak kandung dan anak tiri. Semua harus sama dan sejajar.

Kondisi Kelistrikan Nasional

Sedikitnya ada dua poin kondisi kelistrikan secara nasional yang bisa dijadikan bahan diskusi dan evaluasi yaitu poin pemerataan dan komposisi energi yang digunakan untuk membangkitkan tenaga listrik. Poin pertama adalah pemerataan dimana konsentrasi penduduk penikmat listrik masih berpusat di pulau Jawa.  Untuk lebih jelasnya mari kita lihat bagan data konfigurasi pelanggan PLN tingkat nasional dibawah ini.

Data konfigurasi pelanggan PLN tingkat nasional
Sumber : PLN dan BPS

Berdasarkan data dari BPS dan PLN, secara nasional 58% rumah tangga yang teraliri listrik PLN, sisanya 42% masih harus hidup tanpa aliran listrik. Jika dilihat secara lebih spesifik pulau Maluku dan Papua dalam kondisi yang memprihatinkan dibandingkan dengan pulau yang lain. Data menyebutkan bahwa rumah tangga di Maluku dan Papua baru 38% yang bisa menikmati listrik, sisanya 62% rumah tangga di Maluku dan Papua harus hidup dengan kondisi gelap gulita. Melihat kondisi tersebut perlu pemikiran dan kebijakan yang berpihak pada masyarakat di daerah pedalaman agar mereka segera tersentuh aliran listrik.

Poin yang kedua adalah komposisi energi yang digunakan untuk memproduksi tenaga listrik. Berdasarkan data dari rencana usaha penyediaan listrik PLN, dapat diketahui bahwa untuk wilayah Jawa Bali sampai tahun 2015 masih didominasi oleh penggunaan sumber daya tak terbarui seperti batubara dan gas. Memang negara kita mempunyai sumber daya alam yang cukup untuk mensuplai kebutuhan tersebut tapi dalam jangka panjang perlu dipikirkan alternatif energi lain yang lebih efektif dan bisa terus diperbarui. Ini mendesak sekali karena bagaimanapun juga sumber daya alam ada batasnya, karena terus dipakai maka suatu saat akan habis.

Komposisi pembangkit listrik berdasarkan  jenis bahan bakar wilayah Jawa Bali
Sumber : Rencana usaha penyediaan listrik PLN 2011-2015

Dua poin krusial tersebut diatas harus segera disikapi oleh PLN dengan merumuskan strategi jangka pendek, menengah dan panjang. Dengan perumusan strategi berjenjang tersebut langkah kedepan bisa lebih tertata rapi dan terfokus sehingga lebih efektif baik dari segi waktu maupun biaya dengan resiko kegagalan yang bisa minimalisir.

Isu Listrik Ramah Lingkungan

Berkaitan dengan energi, dalam 10 tahun terahir dunia  sedang dilanda dengan pemikiran energi terbarukan. Beraneka ragam energi alternatif dikembangkan karena semakin mahal dan berkurangnya energi tidak terbarukan khususnya minyak bumi. Penelitian di berbagai negara juga terus dilakukan karena permintaan akan energi khususnya energi listrik melonjak sedemikian besar. Sebagai contoh, isu listrik ramah lingkungan menjadi perhatian yang begitu besar oleh peneliti dan perusahaan listrik di Jepang. Saat ini di Jepang sedang gencar gencarnya mensosialisasikan solar sel untuk memproduksi listrik yang bersumber dari sinar matahari. Setiap pembangunan rumah baru selalu diberikan pilihan untuk sekalian menginstal solar sel dengan harga diskon dan dibayar menyatu dengan angsuran rumah. Lebih dari itu, ada mekanisme yang sangat menguntungkan bagi individu dan perusahaan listrik yaitu listrik yang dihasilkan oleh solar sel pada waktu siang hari secara otomatis dijual ke perusahaan listrik. Dengan demikian ada penghasilan yang bisa diperoleh oleh pemilik solar sel, sebaliknya perusahaan listrik mendapatkan tambahan daya yang bisa disalurkan ke daerah lain yang membutuhkan sehingga pasokan listrik tetap tersedia dan stabil.

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga matahari

Bukan hanya Jepang. Negara maju lainnya di Eropa misalnya Jerman juga melakukan hal yang sama. Banyak atap gedung dan daerah pegunungan di Jerman dimanfaatkan sebagai tempat instalisasi solar sel untuk memenuhi kebutuhan listrik warga. Sama seperti Jepang, listrik yang dihasilkan oleh solar sel dijual kepada perusahaan listrik sehingga kedua belah bisa pihak mendapatkan keuntungan.

Selain isu listrik ramah lingkungan tersebut, dalam satu tahun terakhir ada isu lain yang gencar disuarakan oleh para aktivis yaitu listrik yang aman bagi lingkungan dan kesehatan. Isu ini disuarakan dengan keras setelah adanya ledakan pada pembangkit listrik tenaga nuklir milik Jepang di Fukushima sebagai akibat gempa bumi di daerah Sendai bulan Maret 2011. Ledakan ini menyebabkan radiasi nuklir yang begitu luas dan menakutkan di Jepang. Puluhan ribu orang yang tinggal dalam radius 30 km dipaksa meninggalkan rumah mereka karena masuk dalam daerah rawan radiasi. Peristiwa ini langsung menggemparkan dunia dan segera disikapi oleh para aktivis diseluruh penjuru dunia dengan menolak penggunaan dan pembangunan reaktor nuklir baru.

Ilustrasi demo anti pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang

Dua isu penting diatas kiranya perlu diperhatikan oleh PLN dalam merumuskan strategi bisnisnya dalam jangka panjang. Perlu dipikirkan kembali dampak positif dan negatifnya dan harus ditelaah bukan hanya dari sisi keuntungan finansial belaka tapi juga lingkungan, kesehatan dan keamanan. PLN harus mengoptimalkan departemen penelitiannya agar sesegera mungkin menemukan alternatif sumber tenaga listrik baru yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi manusia.

Beberapa Poin Harapan Untuk PLN

Harapan masyarakat kepada PLN sangatlah besar karena PLN bisa katakan sebagai malaikat-nya listrik di tanah air. PLN adalah urat nadi pembangunan sehingga pecahnya urat nadi ini bisa berakibat pada berhentinya denyut pembangunan di tanah air.  Majunya PLN berarti majunya masyarakat kita. Untuk itu diperlukan sumbang sih pemikiran dari segenap lapisan masyarakat sehingga PLN tidak salah dalam merumuskan strategi. Harapan masyarakat tersebut bisa dirangkum dalam sebuah kerangka pemikiran seperti dibawah ini.

Beberapa poin harapan untuk PLN
copy right https://mbantoelpoenya.wordpress.com/

Ada banyak sekali harapan masyarakat kepada PLN. Untuk lebih jelasnya bisa dibaca penjabarannya dibawah ini.

1. Stabilitas pasokan listrik

Ini adalah salah satu harapan masyarakat Indonesia kepada PLN yang mendesak. Aliran listrik dari PLN sering tidak stabil bahkan sering mendadak putus sehingga sangat merugikan pelanggan. Masyarakat terutama di daerah pinggiran atau pedesaan sering mengalami hal seperti ini. Stabilitas pasokan listrik adalah salah satu kunci kesuksesan pembangunan. Kita ambil contoh terputusnya aliran listrik pada kawasan industri akan mengakibatkan pabrik tidak dapat beroperasi. Jika itu terjadi pada fasilitas publik misalnya stasiun, terminal, jalan, pelabuhan atau bandara maka bisa dibayangkan semua aka terhenti dan kerugian yang timbul begitu besar. Perlu diketahui kerugian bukan hanya materi, ada kerugian lain yang tidak kalah besar yaitu kepercayaan investor akan suplai listrik di Indonesia. Jika investor sampai mempunyai pemikiran suplai listrik di Indonesia tidak memenuhi syarat mereka bisa lari dan membatalkan investasinya.

2. Pemerataan aliran listrik

Konsep sentralistis yang dianut oleh pemerintah perlu dievaluasi lebih mendalam karena mengakibatkan tertinggalnya daerah lain. Tidak bisa dipungkiri ketimpangan pembangunan antara pulau Jawa dan pulau lain itu ada. Ini harus disikapi oleh pemerintah dan PLN dengan merumuskan strategi yang berorientasi pada asas pemerataan pembangunan sehingga dalam jangka waktu tertentu daerah di luar Jawa juga bisa menikmati aliran listrik.

3. Komunikasi yang efektif sebelum perawatan atau perbaikan

Komunikasi yang efektif perlu dibangun agar masyarakat mengetahui apabila akan ada pemadaman karena ada perbaikan atau pemeliharaan sehingga masyarakat bisa mempersiapkan diri. Terputusnya aliran listrik secara tiba tiba akan mengacaukan aktivitas keseharian masyarakat. PLN perlu membangun jalur komunikasi khusus untuk mengkomunikasikan kebijaksanaannya. Masyarakat bukan obyek mati, masyarakat adalah konsumen sehingga berhak tahu.

4. Penanganan keluhan konsumen

Sebagai sebuah produk yang setiap hari dinikmati oleh puluhan juta keluarga tentu saja ditengah jalan sering timbul masalah yang berujung pada keluhan konsumen. Dalam dunia bisnis keluhan adalah bentuk lain dari usulan sebagai bentuk kepedulian konsumen. Sebagai sebuah perusahaan yang mengurusi hajat hidup orang banyak PLN harus mampu memetakan keluhan konsumen per daerah kemudian memberikan solusi yang cepat dan nyata.

5. Pembangkit tenaga listrik alternatif bagi daerah yang tidak terjangkau jaringan kabel

Luasnya wilayah Indonesia ditambah dengan penyebaran penduduk yang tidak merata menjadi kendala PLN dalam usaha melayani masyarakat. Untuk penduduk yang berada diluar jangkauan jaringan kabel bisa dilayani dengan membangun pembangkit tenaga listrik alternatif. Misalnya saja masyarakat di daerah pedalaman bisa dilayani dengan membangun pembangkit listrik tenaga matahari di daerah tempat tinggalnya sehingga masyarakat tersebut bisa tercover pasokan listrik dari PLN.

6. Mengikis pungutan liar

Ini adalah masalah klasik yang terjadi bukan hanya di PLN tapi juga di instansi milik pemerintah yang lain. Keklasikan masalah ini bukan menjadikan alasan harus dibiarkan atau dilestarikan tapi sebaliknya harus dikikis habis sehingga PLN secara khusus bisa menjadi korporasi yang kuat dan Indonesia secara umum bisa berubah menjadi negara yang bermartabat. Metode reward dan punishment serta pengawasan yang ketat bisa menjadi salah satu metode untuk menghapus pungutan liar yang sering dialami oleh pelanggan.

7. Transparansi anggaran

Salah satu ciri perusahaan yang berdedikasi tinggi dan bermartabat adalah menjunjung tinggi transparansi. Karena PLN adalah perusahaan plat merah maka wajar sekali jika ada tuntutan transparansi dari masyarakat. Dengan program transparansi anggaran berarti PLN juga berkomitmen untuk memberantas kolusi, korupsi dan nepotisme yang sangat merusak integritas perusahaan sekaligus menuju kearah Good Corporate Governance (GCG) yang diimpikan oleh masyarakat. Tuntutan transparansi ini bukan bentuk kecurigaan tapi lebih pada bentuk kontrol masyarakat yang memang diperlukan agar PLN berjalan pada jalur yang benar.

8. Stabilitas tegangan

Listrik selalu identik dan berhubungan erat dengan komponen eleltronika yang bekerja dalam ukuran tertentu. Perubahan secara mendadak dapat mengakibatkan kerusakan bahkan kebakaran. Tentu ini sangat merugikan dan membahayakan keselamatan manusia. Inkonsistensi tegangan adalah salah satu keluhan yang sering muncul dan menjadi perbincangan luas di kalangan pelanggan PLN. Diharapkan PLN mampu membuat terobosan teknologi sehingga stabilitas tegangan listrik senantiasa terjaga.

Akhir Kata

Dari tahun ke tahun PLN terus bekerja. Kita tahu PLN tidak pernah menganggur meskipun hanya satu menit. Dengan segala macam keterbatasan ditambah permasalahan yang datang silih berganti PLN tetap berusaha all out menjalankan core bisnisnya yaitu menyediakan listrik bagi masyarakat Indonesia. Berbagai macam improvisasi, peningkatan layanan, perluasan jaringan, inovasi produk juga terus dilakukan oleh PLN. Kita harus berterimakasih dan mengapresiasi berbagai macam langkah PLN dalam memperbaiki kinerjanya. Terakhir, masyarakat secara umum dan pelanggan PLN pada khususnya mempunyai tanggungjawab untuk terus memberikan masukan akan kekurangan dan kesalahannya.  PLN perlu diingatkan dan dikontrok agar program programnya berjalan dengan baik demi masa depan Indonesia yang cerah dan bermartabat.

One thought on “Harapanku Untuk PLN : Kredibel, Aman,Ramah Lingkungan Dan Transparan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s