Road To Tokyo

Tanggal 6-8 Oktober 2012 kemarin saya libur. Lumayan panjang 3 hari. Sejak bulan Juli sudah saya rencanakan untuk jalan jalan ke Tokyo pas liburan tersebut. Saya rencananya ngajak temen pakai kendaraan sendiri jadi konvoi 2 mobil. Tapi setelah dikalkulasi ternyata dana yang diperlukan cukup besar. Kalau pakai kendaraan sendiri komponen biaya seperti bensin, tol dan parkir harus dibayar sendiri. Jarak Aichi sampai Tokyo sekali jalan itu sekitar 350 km, kalau naik tol sekali jalan bayarnya sekitar 7500 yen. Kalau PP jadinya 15000 yen. Bensin 15000 yen dan parker sekitar 10000 yen. Dari 3 komponen biaya itu saja harus nyiapin duit 40000 yen. Ini belum termasuk penginapan, makan dan biaya masuk tempat wisata. Dengan pertimbangan financial tersebut, akhirnya kami putuskan untuk memakai 1 mobil saja milik teman saya yang ukurannya lebih besar. Ya lumayan bisa ngirit meskipun harus uyel uyelan selama perjalanan hahaha

Asakusa smile hostel. penginapan buat para backpacker di Tokyo. Penginapan ala anak kost ^_^

Setelah masalah transportasi terpecahkan, saya segera mencari tempat penginapan. Daerah yang saya pilih adalah daerah Asakusa karena malamnya pingin main ke Tokyo Sky Tree, kalau di Indonesia kayak Monas. Tokyo Sky Tree ini adalah salah satu ikon wisata Jepang khususnya Tokyo saat ini. Wah karena libur 3 hari, nyari penginapan susahnya minta ampun. Lewat beberapa website saya mencoba untuk pesen kamar tapi ternyata sudah pada penuh. Saya coba telepon langsung ternyata juga sudah penuh. Setelah nyari sana sini akhirnya dapat penginapan untuk para backpacker. Ya lumayanlah daripada gak dapat. Disebutnya bukan hotel tapi hostel. Namanya asakusa smile hostel. Hostel ini persis kayak kost kostan. Ada kamar didalamnya ada tempat tidur. Tempat tidurnya ada yang sejajar ada yang tingkat tergantung harganya. Terus kamar mandi, toilet dll dipakai bareng bareng hahaha. Lucu banget, jadi inget jaman ngekost di Jogja dulu. Asakusa smile hostel ini cukup terkenal dikalangan backpacker. Pesen kamarnya bisa pakai bahasa inggris karena memang kebanyakan tamunya adalah para backpacker dari seluruh dunia. Kalau dilihat bangunannya biasa saja, bangunan lama, tidak ada yang special bahkan boleh dikatakan terlalu biasa. Tesedia juga mesin cuci, jidouhanbaiki, 2 komputer yang terhubung dengan internet yang bebas dipakai oleh tamu. Dilantai paling bawah ada bar yang buka sampai sekitar jam 11 malam. Ketika saya menginap banyak sekali orang asing yang menginap disitu. Bagi yang ingin main ke Tokyo terus nyari tempat nginap yang murah, Asakusa smile hostel mungkin bisa dijadikan altenatif pilihan.

Setelah semua siap hari H datang juga. Asyik jalan jalan hahaha….Kami berangkat Sabtu jam 1 pagi biar pagi bisa nyampai Tokyo terus langsung jalan jalan. Saya berbagi kerjaan dengan teman. Saya yang nyetir Aichi Tokyo PP, sedangkan teman nyetir didalam kota Tokyo. Perjalanan awalnya cukup lancar. Karena liburan meskipun malam hari jalan tol tetep ramai. Sampai di daerah Toyohashi saya belok kiri milih jalan tol Shin Tomei yang baru dibuka bulan Maret kemarin. Tol yang lama namanya Tomei. Shin Tomei dan Tomei nantinya ketemu lagi kalau gak salah di daerah gotenba, ini sudah dekat dengan Tokyo. Di tengah perjalanan tepatnya di daerah Yokohama kami kena macet sekitar 1 jam. Saya pikir apa gitu, karena baru jam 4 pagi sudah macet. Ternyata ada kecelakaan. Setelah itu lancar sampai tujuan pertama yaitu Tokyo Disneyland.

1. Tokyo Disneyland

Tokyo Disneyland, 6 Oktober 2012

Boleh dikatakan ini wajib didatangi bagi yang main ke Tokyo. Saya nyampai di parkiran Tokyo Disneyland jam 7 pagi dan saya pikir tidak ada antrian karena terlalu pagi. Ternyata dugaan saya salah. Jam 7 pagi sudah banyak yang datang. Parkiran sudah penuh 50%. Dengan badan loyo karena habis nyetir dari jam 1 malam saya langsung antri beli pasport. Di Tokyo Disneyland istilahnya bukan tiket tapi passport. Harganya untuk dewasa 6000 yen dan bisa dibeli ditempat maupun online. Jam 8 pagi akhirnya pintu gerbang dibuka juga. Karena saking terkenalnya apa apa pasti ngantri. Misalnya mau masuk ke sebuah wahana harus antri 1 sampai 2 jam. Haduh….bagi yang tidak suka ngantri seperti saya ini tersiksa setengah mati. Apalagi dalam kondisi ngantuk dan capek terus disuruh ngantri. Akhirnya saya dan istri mencari permainan yang tidak banyak ngantrinya. Setelah capek muter muter jam 2.30 siang kami memutuskan untuk keluar dan langsung menuju tempat penginapan. Yah lumayan akhirnya tercapai keinginan main ke Tokyo Disneyland setelah sekian tahun di Jepang hahaha

2. Sumida Suizokan

Pinguin di Sumida Suizokan, Tokyo.

Setelah sampai tempat penginapan kami istirahat sebentar. Temen saya ada keperluan pribadi jadi kami pergi ke Tokyo Sky Tree jalan kaki. Tidak masalah karena hanya 1 km dari penginapan. Setelah sedikit melepas lelah, saya dan istri berangkat. Begitu sampai ternyata kami tidak bisa langsung naik. Pertama kami diberi karcis untuk ngantri dan dikarcisnya kami harus ngantri jam 19 sampai 19,30. Tertulis shitei jikan jadi harus ontime jam tersebut hahaha. Padahal saya nyampai jam 5 sore. Karena masih 2 jam lebih akhirnya kami jalan jalan keliling. Pas jalan keliling nggak sengaja nemu Shumida Suizokan, ini semacam aquarium gede yang letaknya satu komplek dengan Tokyo Sky Tree. Ya sudah daripada bengong akhirnya kami masuk ke Sumida Suizokan ini. Tiketnya boleh dibilang mahal sih, 2000 yen per orang. Tapi karena sudah tanggung sampai Tokyo dan banyak waktu luang akhirnya kami putuskan untuk masuk.

Yang namanya aquarium isinya bisa ditebak berbagai macam ikan dari berbagai negara. Selain itu ada juga pinguin. Alasan lain kenapa saya mau masuk karena saya pernah lihat TV tentang perjuangan orang yang ditugaskan untuk mencari hewan hewan yang mau ditempatkan di Sumida Suizokan ini. Panjang dan berat sekali perjuangannya. Susah sekali mencari jenis ikannya yang diinginkan. Sampai harus pergi ke beberapa negara. Begitu ada ternyata tidak mendapatkan ijin dari negara asalnya. Orangnya bahkan blusukan sampai ke Bengkulu untuk mencari ikan pari. Dapat ikan pari dan mau dibawa ke Jepang, eh ternyata mati di jalan dan lain sebagainya. Salut buat perjuangannya. Setelah selesai muter muter kami keluar dan makan malam sambil menunggu jam kumpul.

3. Tokyo Sky Tree

Tokyo Sky Tree di malam hari. Oktober 2012.

Kurang dari jam 7 kami sudah njenguk ngantri. Begitu ada komando suruh masuk segera kami masuk untuk beli tiket. Haduh, ternyata ngantri beli tiketnya juga lama sekitar 1 jam. Begitu dapat tiket kami harus ngantri lagi untuk naik lift. Ini juga perlu 15 menitan. Lift yang jumlahnya 4 penuh semua sehingga harus ngantri. Tapi ada nilai positifnya antri di Jepang yaitu semua mau diatur dan taat aturan. Kalau sudah diminta antri orang Jepang pasti ngantri dengan tertib. Nggak ada yang serobot sana sini. Justru orang Jepang merasa malu kalau berani nyerobot atau melanggar aturan. Akhirnya sekitar jam 8.15 malam kami bisa naik ke atas lihat pemandangan kota Tokyo di malam hari. Ini adalah salah satu ikon wisata Tokyo dan saat ini menjadi pembicaraan hangat di Jepang. Karena apa? Karena ini adalah bangunan tertinggi di Jepang saat ini. Tokyo Sky Tree tingginya 634 meter, dibangun mulai Juli 2008 dan mencapai titik tertinggi yaitu 634 meter pada Maret 2012. Dibuka untuk umum mulai Mei 2012, jadi memang masih baru banget. Karena baru ya resikonya lagi lagi harus ngantri. Di Tokyo Sky Tree ada dua tempat observasi yang pertama pada ketinggian 350 meter, harga tiketnya 2000 yen. Selanjutnya pada ketinggian 450 meter. Yang mau sampai 450 meter harus beli tiket lagi harganya 1000 yen diloket pembelian yang ada di observasi 350 meter. Karena sudah jauh jauh dari Aichi, saya sama istri memutuskan sampai naik sampai 450 meter. Ada perasaan takut karena tingginya minta ampun. Kalau orang Jawa bilangnya awing awangen hahaha. Alhamdulillah cuaca cerah sehingga bisa menikmati pemandangan kota Tokyo dari ketinggian 350 meter dan 450 meter dengan leluasa. Setelah puas muter muter akhirnya kami memutuskan untuk pulang karena memang sudah mau tutup juga. Oh iya, Tokyo Sky Tree buka sampai jam 10 malam. Selanjutnya menuju penginapan ala kost kostan di Asakusa Smile Hostel ^_^

4. Kuil Asakusa

Istri sama si kecil di depan kaminari mon, Asakusa, Tokyo.

Pagi pagi jam 6 kami sudah bangun langsung mandi, ngrapiin kamar dan persiapan lainnya.Teman saya masih sibuk dengan urusannya jadi belum balik ke penginapan. Akhirnya saya putuskan untuk pergi ke tujuan selanjutnya yaitu kuil Asakusa dengan jalan kaki. Ada baiknya juga nginap di Asakusa Smile Hostel ini karena dekat dengan Tokyo Sky Tree dan kuil Asakusa. Cukup jalan kaki 20 menitan sudah nyampai. Benri na tokoro datta. Saya sudah ngomong ke office hostelnya kalau mau chek out jam 7 pagi. Dia bilang kalau begitu kuncinya masukin saja ke kotak pos karena gak ada orang hahaha….unik khan ya. Wah ternyata diluar cuaca jelek, hujan cukup deras. Dengan bagi bagi kerjaan sama istri kami berangkat jalan kaki ke kuil Asakusa. Istri gendong si kecil, saya gendong beberapa tas bawaan.

Sampai tempatnya masih pagi banget. Belum ada jam 8. Toko toko yang berjajar di didepan kuil Asakusa juga belum buka. Baru 2-3 tempat yang lagi bersiap siap. Tapi karena ngejar target meskipun masih sepi kami tetep masuk. Tidak ada tiket alias gratis. Kuila Asakusa ini juga terkenal di Tokyo. Kalau di Jakarta ada kota tua, kalau di Tokyo ada Asakusa. Mungkin perbandingannya seperti itu. Kalau search foto foto di google biasanya selalu penuh orang yang berkunjung. Sayang sekali karena hujan jadi tidak bisa menimati sepenuhnya. Mau foto saja harus hati hati agar kameranya tidak kena air. Tapi lumayanlah…akhirnya bisa juga main ke Asakusa. Setelah dirasa cukup kami keluar dan memutuskan untuk mengisi makan pagi dulu sambil menyusun rencana selanjutnya.

5. Odaiba

Liberty ala Odaiba, Jepang

Sambil makan kami memikirkan langkah selanjutnya karena ternyata teman belum balik juga sedangkan dia yang bawa mobil. Karena belum balik juga akhirnya kami putuskan untuk pergi ke tujuan selanjutnya naik kereta. Masalah transportasi bisa diatasi karena transportasi di Tokyo sangat mudah. Semua terhubung satu dengan yang lain. Bantuan berbagai aplikasi dari iphone sangat membantu kami mencari lokasi stasiun, jadwal kereta, biaya sampai dimana harus transit kereta. Segera kami ke stasiun Asakusa yang jaraknya hanya 400 meter dari kuil Asakusa. Langsung beli tiket untuk jurusan Daiba, stasiun disebelah Odaiba. Yoshi….Tsuita!

Patung Gundam di Odaiba, Tokyo

Nyampai Odaiba ternyata hujan deras. Haduh cuaca kurang bersahabat. Tapi memang ini sesuai prakiraan cuaca bahwa pagi sampai siang Tokyo turun hujan. Mungkin ada pertanyaan di Odaiba ada apa sih? Di Odaiba ada patung liberty tiruan. Karena tiruan jadinya bentuknya agak kecil meskipun di desain persis dengan patung liberty yang ada di Amerika. Disitu juga ada pelabuhan khusus untuk perahu wisata mengelilingi daerah di sekitar Odaiba. Perahu wisata ini bentuknya unik atapnya kaca sehingga penumpang bisa lihat pemandangan sekitarnya dengan jelas banget. Ada satu lagi yaitu patung gundam yang juga menjadi salah satu ikon Odaiba. Setelah muter muter kami istirahat di restoran Indonesia yang ada di Odaiba. Namanya restoran Surabaya. Restoran ini ada di mall Aqua City lantai 5 tepat disebelah stasiun Daiba. Restoran Surabaya merupakan jaringan restoran Indonesia yang cukup besar di Jepang. Bahkan mungkin paling besar. Mempunyai banyak cabang di berbagai kota besar di Jepang. Soal menu bisa dipastikan menu ala Indonesia. Enak dan bisa mengobati rasa rindu masakan Indonesia. Di restoran ini kami istirahat sambil makan siang sekalian nunggu teman yang balik dari urusan pribadinya. Setelah makan dan semuanya kumpul kami melanjutkan ketujuan selanjutnya yaitu Tokyo Tower.

6. Tokyo Tower

Tokyo Tower di malam hari. Diambil Oktober 2012.

Meskipun sudah ada Tokyo SkyTree tapi Tokyo Tower tetap fenomenal dan wajib di kunjungi kalau anda main ke Tokyo. Sejarah Tokyo Tower sangat panjang dan modelnya diadopsi dari menara Eiffel di Paris, Perancis. Tokyo Tower tingginya 333 meter dan mulai dibangun Juni 1957 dan mulai dibuka Desember 1958. Sampai saat ini sudah lebih dari 150 juta orang datang ke Tokyo Tower. Jumlah yang luar biasa. Ada dua tempat observasi yaitu pada ketinggian 150 meter dan 250 meter. Harga tiketnya sampai 150 meter 820 yen untuk orang dewasa. Kalau mau naik sampai 250 harus beli tiket lagi harganya 600 yen. Karena salah satu tujuan wisata favorit di Tokyo ya lagi lagi harus ngantri dari beli tiket sampai naik lift. Dilihat dari bentuk menaranya Tokyo Tower sangat cantik apalagi kalau lihatnya pada malam hari. Perpaduan struktur besi, warna cat dan lampu sangat pas sekali dan mengesankan sekali. Cukup lama kami berada di Tokyo Tower ini. Kami kelilingi sambil melihat pemandangan kota Tokyo sambil menunggu malam. Karena setelah ini kami harus balik ke Aichi lagi. Sebenarnya masih ada tujuan lain yaitu Kamakura tapi karena waktu yang tidak memungkinkan akhirnya rencana ke Kamakura kami batalkan. Setelah puas sekitar jam 19.30 kami memutuskan turun dan balik ke Aichi.

Saatnya pulang ke Aichi lagi. Alhamdulillah perjalanan lancar tidak ada kemacetan sama sekali dan bisa sampai rumah sekitar jam 23.30 an. Tapi karena kurang istirahat, capek, telat makan dan kehujanan akhirnya harus masuk angina hehehe. Kapan kapan lagi Insya Alloh main ke Tokyo lagi karena masih ada hutang beberapa tempat tujuan yang belum di kunjungi. Tokyo…Mata asobini kimasu ^_^

Musim gugur Oktober 2012

Aichi, Jepang

5 thoughts on “Road To Tokyo

  1. wah, mas mbantoel ini kalo jalan2 kayaknya bawa kendaraan sendiri terus ya..😀
    mas kalo boleh tahu, kalo di jepang jalan2 ke luar kota gitu lebih murah pakai kendaraan sendiri atau pakai kendaraan umum?

    • ^_^
      kalau mainnya rombongan mending pakai kendaraan sendiri. nanti bensin, tol dan parkir dibagi rata. jadinya bisa lebih murah dibandingkan pergi naik angkutan umum.terus lebih praktis dan waktunya juga lebih fleksibel.

      kalau main sendiri lebih baik naik kendaraan sendiri saja. jatuhnya lebih murah ^_^

  2. akhirnya saya kmrn bisa jalan-jalan ke jepang mas,,, incridible japan,,, dengan semua kehidupan jepang yg msh menjaga budayanya, meski mereka sudah sangat modern,,dari ueno, tokyo, odaiba, newshiobara,nikko, hmmm mengesankan pokoknya,,pengen ajak keluarga jalan-jalan kesana.

  3. oiya karena urusan kerjaan jd gak sempat jalan kesemua tempat di jepang, hanya tokyo skytree, odaiba, mitsui outpark, asakusa temple, takigawa di nikko, sama air terjun di nikko national park,, tapi masih kurang puas je mas,,,hehehe oiya sami sami saking ngayogyokarto ki mas, saking mbantul juga,,, saking kampus mbabarsari juga,,,hehehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s